Terbuka Saja Masih Nggak Jelas, Apalagi Tertutup


jaringberita.com -SistemPemilu 2024bakal menggunakan sistem proporsional terbuka atau sistem proporsional tertutup terus jadi diskusi. Terlebih, polemik ini masih diuji diMahkamah Konstitusi(MK).

Kontroversi ini semakin memanas ketika Ketua KomisiPemilihan Umum(KPU) Hasyim Asy’ari mengatakan ada kemungkinan Pemilu 2024 menggunakan sistem proporsional tertutup.

DPR menolak sistem proporsional tertutup. Hanya FraksiPDIP, satu-satunya fraksi yang setuju Pemilu 2024 dilak­sanakan dengan menggunakan sistem proporsional tertutup.

Politik.riang.gembiramengunggah seekor lebah yang sedang bingung. Kemudian disebutkan, seperti dilansir rm.id “Pemilu kok cuma nyoblos partai, tapi nggak tahu siapa calegnya. Kami ingin memilih wakil rakyat, bukan wakil partai.”

“Ini siapa sih yang ngeyel mau tertutup-tertutup, wong terbuka aja masih nggak jelas apalagi tertutup,” ujarPolitik.riang.gembiradalamcaption-nya.

Akun @erwinaksa_idmengatakan, sistem pemilu proporsional tertutup memangkas hak demokrasi masyarakat. Sehingga dia mengajak masyarakat men­dukung sistem pemilu proporsional ter­buka untuk demokrasi yang lebih sehat.

Politik.riang.gembiramengunggah seekor lebah yang sedang bingung. Kemudian disebutkan, “Pemilu kok cuma nyoblos partai, tapi nggak tahu siapa calegnya. Kami ingin memilih wakil rakyat, bukan wakil partai.”

“Ini siapa sih yang ngeyel mau tertutup-tertutup, wong terbuka aja masih nggak jelas apalagi tertutup,” ujarPolitik.riang.gembiradalamcaption-nya.

Akun @erwinaksa_idmengatakan, sistem pemilu proporsional tertutup memangkas hak demokrasi masyarakat. Sehingga dia mengajak masyarakat men­dukung sistem pemilu proporsional ter­buka untuk demokrasi yang lebih sehat.

Sistem pemilu proporsional tertu­tup itu mengingkari amanat reformasi. Pemilu harus proporsional terbuka,” tandas @harip5013.

Kata @Hndoko7, dengan sistem proporsional terbuka, masyarakat dapat lebih mengenal wakil yang dipilihnya. Sementara proporsional tertutup, kata @MFNurhuday, seperti memilih kucing dalam karung.

“Menjauhkan DPR dengan pemilih,” ujar @MFNurhuday.

Akun @nasywalifia001menilai, sistem proporsional terbuka merupakan pemilu yang adil. Pasalnya, setiap warga berhak menentukan pilihannya sesuai dengan calon yang mereka anggap terbaik. Dan, masyarakat pun,kata dia, dapat menyalur­kan aspirasinya di DPR.

“Demokrasi di Indonesia sudah maju dengan sistem proporsional terbuka, jadi jangan dimundurkan lagi dengan sistem pemilu proporsional tertutup,” ujar @ilutfiTaufiq90.

Akun @Abdullahmahdi2menilai, sistem proporsional terbuka pada 3 kali momen Pemilu terbukti lebih efektif menghasilkan pemimpin-pemimpin legis­latif yang punya kapasitas dan berkualitas. Sementara, proporsional tertutup, kata @juned_al_syamta, hanya menguntung­kan para elite politik yang punya modal tapi tidak punya basis massa.

“Tolak sistem pemilu proporsional ter­tutup ala Orde Baru karena caleg bersifat pasif. Dukung pemilu proporsional terbu­ka karena caleg yang dipilih sudah pasti yang aktif berkarya dalam masyarakat,” tandas @roselyhelena6.

Sementara, @ssrieyonosetuju dengan sistem pemilu proporsional tertutup. Dia bilang, kesulitan proporsional terbuka adalah praktek-praktek yang secara sa­dar menghadirkan kapitalisme di ruang publik demokrasi.

“Di mana banyak orang baik yang akan dipilih, maupun sebagai pemilih menjadikan kapital sebagai hal utama. Ini menghilangkan esensi dari demokrasi itu sendiri,” kata dia.

Penulis
: Jrb-redaksi
Editor
: Jrb-redaksi

Tag:

Berita Terkait

Nasional

Polri minta seluruh pihak terima pilihan rakyat pada Pemilu 2024

Nasional

Kabaharkam: Kita Akan Kawal Tuntas Pleno Penetapan Hasil Pemilu 2024

Nasional

Gelar Baksos Polri Presisi Untuk Negeri di Sukabumi, Kaops NCS Polri: Jaga Persatuan dan Kesatuan

Nasional

Jelang Kampanye Akbar Polda Sumut Kerahkan 1/2 Kekuatan Tim Mantap Brata Toba

Nasional

Salurkan Sembako Dan Bantuan Modal UKM Ke Warga Lormes Perdagangan

Nasional

Kapolres Labusel Kunjungi Perbatasan Deteksi Guankamtibmas Jelang Pemilu 2024