Program PATEN Milik KIB Kudu Menyentuh Ke Jantung Rakyat


Direktur Eksekutif Indonesia Political Review Ujang Komarudin/IG

jaringberita.com -Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) mengklaim fokus menuntaskan pembahasan program kerja koalisi yang terangkum dalam Program Akselerasi Transformasi Ekonomi Nasional (PATEN). KIB lebih memilih pendekatan program dibanding pendekatan nama capres.

Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR) Ujang Komarudin mengatakan, sah-sah saja KIB memilih pendekatan program dan belum mendeklarasikan nama calon presiden yang hendak didukung di 2024. Langkah itu diambil sembari menunggu arahan dari Presiden Jokowi.

"Itu bagus-bagus saja kalau KIB punya konsep PATEN dan belum mengusung capres-cawapres. Memang tidak akan mengusung capres-cawapres, kecuali sudah mendapat restu Jokowi," katanya.

Menurutnya, PATEN juga tepat dipakai sebagai program andalan, mengingat ekonomi Indonesia masih di bawah ancaman kondisi ekonomi global yang sedang bergejolak. Belum lagi, persoalan ekonomi dalam negeri, seperti angka pengangguran dan kemiskinan.

"Banyak yang menganggur, banyak yang tidak bisa makan, banyak yang miskin. Itu perlu pendekatan PATEN. Tapi konsepnya harus jelas, harus langsung ke jantung rakyat. Kalau tidak dirasakan oleh masyarakat, susah," tegasnya.

Ujang menegaskan, pendekatan program yang dipilih KIB bisa dan cocok diterapkan di Indonesia. PATEN harus bisa menghasilkan program konkret yang ditujukan dan dapat dirasakan masyarakat langsung.

"Soal cocok, cocok saja. Yang penting rakyat bisa merasakan kue pembangunan. Jangan hanya elite yang merasakan. Konsep PATEN ini mestinya langsung ke jantung rakyat. Rakyat bisa merasakan kebijakan tersebut," jelasnya.

Menurut Ujang, isu ekonomi akan mampu dan bisa cukup efektif menaikkan elektabilitas dan popularitas KIB maupun capres yang nantinya diusung ketika mampu ditangkap dan dirasakan masyarakat.

Pengamat politik senior BRIN Siti Zuhro mengatakan, Indonesia akan memasuki era baru pemilihan umum yang lebih sehat. Terutama dengan hadirnya calon pemimpin yang memiliki visi dan misi, ketimbang menjual persona semata.

“Ini nantinya akan jadi kontestasi yang lebih sehat. Karena yang terpilih benar-benar qualified, bukan pencitraan. Membanggakan secara nasional dan internasional,” ujar Zuhro, Senin (14/11).

Terlebih pada pemilu mendatang, mayoritas pemilih dari kalangan milenial yang lebih kritis dan terukur.

“Bukan hanya diberikan cek kosong, tanpa visi dan misi. Kalau tidak ada ya tidak menarik. Dan tidak boleh lagi yang menonjol hal-hal yang sifatnya gimmick, apalagi hujatan,” terang Zuhro.

Sebelumnya, Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto di Makassar mengatakan, belum ada parpol di luar KIB menawarkan program ke depan.

“Tidak Ada. Bahkan, yang sudah melakukan pengumuman (capres) juga belum menyampaikan apa-apa," tutur Airlangga.

Hanya KIB yang sudah punya program yaitu PATEN, Program Akselerasi Transformasi Ekonomi Nasional.

“Visi dan misi, program, adalah iming-iming bahwa dia sudah siap menjadi pemimpin,” kata Zuhro.

Dengan kompleksitas masalah yang tengah dihadapi, misalnya perlambatan ekonomi dunia, masih dalam kondisi pandemi Covid seperti dilansir RM.id, Indonesia membutuhkan pemimpin tangguh.

“Ini menjadi catatan, dengan kompleksitas yang seperti itu, kesiapan dari pemimpin seperti apa. Sehingga mereka bisa menunjukkan siap dikompetisikan," pungkas Zuhro.


Tag:

Berita Terkait

Nasional

Srikandi PLN Gandeng BMM Salurkan 100 Paket Pangan untuk Dhuafa di Medan

Nasional

Buka Puasa Bareng KSBSI, Kapolri Ajak Buruh Jaga Persatuan dan Kamtibmas

Nasional

Audisi The Icon Indonesia Digelar di Medan

Nasional

KPAI Puji Polri Berhasil Sita 197 Ton Narkoba: Melindungi Anak dan Menyelamatkan Bangsa

Nasional

Polri Bongkar 38 Kasus Narkoba, IPW: Lebih Bahaya dari Korupsi-Daya Rusak Luar Biasa

Nasional

MUI Apresiasi Polri Selamatkan Umat dari Bahaya Narkoba