Pasca Longsor Jeneponto, Tetap Waspadai Cuaca Ekstrem


Istimewa

jaringberita.com - Penanganan darurat pascabencana tanah longsor masih berlangsung di Desa Loka, Kecamatan Rumbia, Kabupaten Jeneponto, Provinsi Sulawesi Selatan, hingga hari ini, Rabu (19/10/2022). Di tengah berlangsungnya status darurat, hujan lebat masih berpotensi terjadi di kawasan ini.

Pantauan Tim Reaksi Cepat (TRC) BNPB, hujan intensitas tinggi masih berlangsung pada hari ini. Sedangkan pada Kamis (20/10/2022) secara umum wilayah Provinsi Sulawesi Selatan masih berpotensi hujan dengan disertai petir atau kilat serta angin kencang.

“Masyarakat agar tetap waspada menghadapi cuaca ekstrem beberapa bulan ke depan,” ujar Deputi Bidang Penanganan Darurat BNPB Mayor Jenderal Fajar Setyawan, dalam siaran pers, Kamis (20/10/2022).

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi telah merilis peringatan dini gerakan tanah untuk wilayah Kecamatan Rumbia termasuk pada kategori sedang hingga tinggi.

Di samping itu, Fajar menambahkan, perlu adanya edukasi, komunikasi dan informasi kepada masyarakat yang tinggal di lokasi yang rawan bencana agar bencana serupa tidak terulang.

"Pada konteks penanganan darurat pascalongsor, kepada pemerintah daerah untuk memastikan kebutuhan dasar para korban bencana terpenuhi," jelasnya.

Bencana tanah longsor yang berlangsung pada Jumat pekan lalu (14/10/2022), pukul 21.00 waktu setempat, mengakibatkan terjadinya korban meninggal dunia, kerusakan bangunan maupun tertutupnya akses jalan.

Informasi perkembangan terkini dari TRC BNPB menyebutkan pembersihan material longsor telah dihentikan. Seluruh area yang terdampak material longsor sudah dapat dilalui kendaran roda dua dan roda empat.

Pascakejadian ini, BNPB bersama Ketua Komisi VIII DPR RI telah meninjau lokasi bencana dan memberikan bantuan dana siap pakai sebesar Rp250 juta. BNPB mendukung bantuan logistik untuk pemenuhan kebutuhan dasar senilai Rp100 juta kepada Pemerintah kabupaten Jenepoto. Saat itu, Wakil Bupati setempat menerima secara simbolis bantuan tersebut.

Menyikapi bencana ini, Pemerintah Kabupaten Jenepoto telah menetapkan status keadaan darurat bencana banjir dan tanah longsor selama 7 hari, terhitung 14 - 20 Oktober 2022. Selanjutnya pemerintah daerah mengaktifkan pos komando tanggap darurat untuk mengoptimalkan dan mengefektifkan penanganan bencana.

Editor
: Nata

Tag:

Berita Terkait

Nasional

Polri Turunkan Tim SAR Brimob Cari Korban Longsor di Petungkriyono

Nasional

DPR RI Sebut Ada Perambahan Hutan di Humbahas, Diduga Penyebab Longsor

Nasional

Polisi dan Warga Bersihkan Jalan dari Tanah Longsor

Nasional

Antisipasi Dini Karhutla, Kepala BNPB Bertolak ke Riau

Nasional

BNPB Dorong Pemkab Tuntaskan Rehab-Rekon Pascagempa Cianjur

Nasional

Petugas Gabungan Padamkan 26 Hektar Lahan Terbakar di Kabupaten Barito Selatan