Partai Ka’bah Sebaiknya Belajar Sama PAN Dan PDIP


Direktur Eksekutif Indonesia Political Opinion (IPO) Dedi Kurnia Syah

jaringberita.com -Pada Pemilu 2024 jumlah kursi DPR nasional bertambah menjadi 580, akibat penambahan Daerah Otonomi Baru (DOB) di Provinsi Papua. Melihat kondisi ini, Partai Persatuan Pembangunan (PPP) bakal serius merebut ratusan kursi di DPR pusat itu. Salah satunya, berupaya merekrut caleg yang punya modal sosial dan finansial.

Seberapa efektifkah strategi PPP lolos ke Senayan ini? Direktur Eksekutif Indonesia Political Opinion (IPO) Dedi Kurnia Syah menilai, Partai Ka’bah bisa lolos lagi ke Senayan asal rekrutmen calegnya tepat. Bukan asal usung sosok yang punya banyak modal finansial.

Partai berlambang Ka’bah ini bisa meniru PAN, yakni meng­gaet publik figur atau artis yang lagi populer secara nasional. Sehingga tidak perlu berpaku pada sosok yang punya modal sosial di daerah pemilihan yang kebanyakan sudah digaet partai besar.

PPP bisa ikuti cara singkat dan praktis yang dilakukan PAN. Rangkul kandidat legislator yang sudah populer secara nasional untuk memanaskan mesin partai di pusat dan daerah,” kata Dedi seperti dilansir dari RM.id.

Diingatkan, tanpa ada gerakan signifikan, dan dengan struktur partai yang ada saat ini, PPP dinilai hanya akan ikuti pemilu secara formalitas.

Sekadar ada di kertas suara tetapi tidak muncul dalam daftar partai parlemen. Mengingat dalam berbagai sur­vei, PPP berada di bawah angka 4 persen.

“Sebab, jika PPP ber­tarung secara normal, mandiri sebagai peserta Pemilu mengha­dapi partai lainnya, potensi tidak lolos cukup besar,” ingatnya.

Selain itu, Dedi menyarankan, PPP masih mungkin lolos dengan cara ekstrem. Yakni membangun kerja sama dengan partai besar seperti PDI Perjuangan.

PDI Perjuangan bisa menjadi mitra yang memungkinkan ikut selamatkan PPP. Ini tentu konsekuensinya harus loyal,” tambahnya.

Alternatif lain bisa dilakukan yakni PPP segera melakukan konsolidasi, menetapkan ketua umum yang cukup kuat dan sol­id. Selain itu, memanggil kader terbaik yang sempat teralienasi di masa kepemimpinan Suharso untuk ikut membesarkan partai kembali.

“Ini bisa memulihkan kekua­tan PPP. Fokus rebut dan kuat­kan basis utama Ka’bah di kalangan kiai dan santri. Masuk ke pesantren. Ini saja dulu dire­but dan diamankan,” tambahnya.

Sebelumnya, Wakil Ketua Umum PPP, Arsul Sani mengung­kapkan strategi partainya berebut 580 kursi di DPR. Salah satunya, merekrut caleg yang punya modal sosial atau finansial.

“Pertama, merekrut calon yang punya modal sosial dan modal finansial. Modal sosial itu termasuk di daerah setempat,” kata Arsul di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, kemarin.

PPP juga akan melakukan kerja-kerja elektoral untuk men­dongkrak elektabilitas di Pileg 2024. “Semua caleg potensial melakukan kerja elektoral di se­tiap daerah pemilihan,” tuturnya.

Caleg PPP, kata dia, harus melihat kondisi dan situasi dapil dan keinginan konstituen. Termasuk cara sosialisasi, lanjutnya, harus sesuai dengan dapil setempat.

“Misal, dapil itu senangnya musik, sosialisasinya dengan musik. Ngundang band, dan sejenisnya. Insya Allah jadi DPR,” ujar Wakil Ketua MPR ini

Editor
: jrb

Tag:

Berita Terkait

Nasional

Pembrantasan Narkoba Sat Narkoba Polres Deliserdang

Nasional

Srikandi PLN Gandeng BMM Salurkan 100 Paket Pangan untuk Dhuafa di Medan

Nasional

Kapolrestabes Medan Dukung Tim JCS Tampil di Mini Soccer Piala Gubsu 2026

Nasional

Berkat Polri, Petani Jagung Mulai Tersenyum, Diberi Akses Modal Mudah Demi Swasembada Pangan

Nasional

Panglima TNI Dampingi Presiden RI Resmikan RDMP Balikpapan, Tonggak Kemandirian Energi Nasional

Nasional

Panglima TNI Hadiri Taklimat Awal Tahun 2026 Presiden RI di Hambalang