jaringberita.com -Seorang perwira menengah Polri berpangkat Komisaris Besar (Kombes) bernama
Yulius Bambang Karyantoditangkap saat sedang nyabu dengan seorang perempuan di kamar hotel, di kawasan Jakarta Utara.Gara-gara ulah oknum
Kombes ini, citra polisi yang mulai wangi, jadi rusak.Yulius ditangkap anggota Direktorat Reserse
NarkobaPolda Metro Jayadi sebuah hotel, di Kelapa Gading, Jakarta Utara, Jumat (6/1). Saat ditangkap, Yulius sedang asyik nyabu bersama seorang perempuan berinisial R.Dalam penangkapan tersebut ditemukan dua plastik klip sabu-sabu berisi masing-masing 0,5 gram dan 0,6 gram. Yulius dan teman perempuannya kemudian digelandang ke Polda Metro Jaya untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. Dari hasil tes urine, Yulius positif mengandung sediaan narkoba.
Kabid Humas Polda Metro Jaya
Kombes Endra Zulpan membenarkan penangkapan Yulius. "Benar, bahwa itu hasil penindakan dari Serse Narkoba Polda Metro Jaya," kata Endra, kepada wartawan dilansir rm.idDalam penangkapan tersebut ditemukan dua plastik klip sabu-sabu berisi masing-masing 0,5 gram dan 0,6 gram. Yulius dan teman perempuannya kemudian digelandang ke Polda Metro Jaya untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. Dari hasil tes urine, Yulius positif mengandung sediaan narkoba.Kata dia, penyidik Ditresnarkoba Polda Metro Jaya memiliki waktu 3x24 jam untuk menentukan status Yulius, apakah dinaikkan sebagai tersangka atau tidak.
Kombes Yulius merupakan anggota Badan Pemeliharaan Keamanan (Baharkam) Mabes Polri. Ia adalah mantan Direktur Kepolisian Air (Dirpolair) Polda Papua.Direktur Reserse
Narkoba Polda Metro Jaya Kombes Mukti Juharsa menjelaskan, penangkapan Yulius dilakukan pada Jumat (6/1), sekitar pukul 15.30 WIB. Mukti memastikan, pihaknya akan mengusut tuntas kasus dugaan penyalahgunaan narkoba oleh perwira menengah ini. "Perintah dari Kapolda juga kasus ini akan dituntaskan," kata Mukti, saat dikonfirmasi, di Jakarta, kemarin.Mukti juga memastikan, penangkapan Yulius tidak ada kaitannya dengan perkara dugaan penyalahgunaan narkotika yang melibatkan mantan Kapolda Sumatera Barat Irjen Teddy Minahasa. "Nggak ada hubungannya sama TM ya. Ini berdiri sendiri," ujarnya.Wakil Ketua Komisi III DPR Ahmad Sahroni mengapresiasi penangkapan seorang perwira menengah ini. Menurutnya, penangkapan ini sebagai komitmen Polri bersih-bersih. Keberadaan oknum polisi tak profesional hanya merusak citra Polri.“Apresiasi kepada Kapolda Metro Jaya beserta seluruh jajaran yang sudah terlibat, baik secara langsung maupun tidak langsung, dalam agenda bersih-bersih di tubuh Polri," kata Sahroni, kepada wartawan, kemarin.Sahroni menambahkan, agenda bersih-bersih ini sudah sangat baik, dan masih jauh dari kata usai. Ia meminta seluruh Polda mengikuti instruksi Kapolri untuk tidak segan menindak oknum anggota yang lakukan pelanggaran.“Agenda bersih-bersih ini sangat baik. Namun, belum usai. Kami di Komisi III berharap agar tindakan Polda Metro ini bisa menjadi contoh bagi Polda-Polda lain di daerah," kata dia. Bendahara Umum Partai
NasDem ini meminta Polri fokus memberikan perhatian kepada anggota yang profesional dan berprestasi. "Kita fokus saja kepada (anggota) yang benar-benar bekerja dan berprestasi. Sudah tidak ada waktu mengurus para oknum, libas habis semua,”tuntasnya.