jaringberita.com -
Hari Anak Sedunia yang diperingati setiap 20 November mengingatkan pentingnya pemenuhan hak anak untuk memperoleh pendidikan.
Hal ini dikatakan Guru Besar Universitas Indonesia (UI) Prof Dr Lydia Freyani Hawadi MSi MM Psikolog, dilansir dari ANTARA, Minggu (20/11/2022).
"Hari Anak Sedunia pengingat bagi orang tua, kondisi apapun anak harus dipenuhi haknya untuk memperoleh pendidikan yang baik," katanya.
Lydia yang juga dikenal dengan sebutan Prof Reni menambahkan, bahwa bagi pemerintah, Hari Anak Sedunia dapat menjadi momentum yang tepat untuk memastikan semua anak usia dini memperoleh pendidikan melalui program Satu Desa Satu Paud.
Dia juga menyatakan bahwa masyarakat juga turut memiliki peran penting dalam upaya pemenuhan hak anak untuk memperoleh pendidikan.
"Orang-orang yang ada di lingkungan sekitar anak tentunya akan menjadi contoh dan teladan bagi anak sehingga perlu memberikan teladan yang baik," katanya.
Menurutnya, berbagai faktor yang ada di luar diri anak akan memengaruhi tumbuh kembang anak. Kendati demikian meskipun anak akan bertumbuh dan berkembang sesuai zamannya namun pendampingan orang tua dan masyarakat di sekitar sangat diperlukan.
"Tujuannya untuk memastikan bahwa anak bertumbuh dan berkembang tetap berbasis pada norma-norma agama dan adat istiadatnya," katanya.
Kemudian, dia sebutnya, bahwa Hari Anak Sedunia juga menjadi momentum yang tepat untuk makin memperkuat program perlindungan terhadap anak.
"Program perlindungan anak perlu terus diperkuat, khususnya bagi anak perempuan agar dapat terlindungi dari perkawinan anak usia dini, kekerasan seksual pada anak, trafficking maupun pornografi," tandasnya.