jaringberita.com -Kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) memberikan dampak yang berarti terhadap elektabilitas dua partai politik raksasa. Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) turun, Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) justru meroket.
Hal ini diketahui dari hasil survei terkini, lembaga survei Charta Politika Indonesia yang dirilis kemarin. “Walaupun PDIP berada di tingkat pertama, tetapi menjadi penurunan angka yang cukup absolut,” ujar Direktur Eksekutif Charta Politika Indonesia Yunarto Wijaya, saat menyampaikan rilis secara daring, kemarin.
Dirincikan, saat ini PDIP masih di posisi puncak dengan elektabilitas sebesar 21,4 persen. Menurun 2,7 persen dari survei sebelumnya yaitu 24,1 persen. Menurutnya, sebelum kebijakan kenaikan harga BBM, suara PDIP cenderung stabil.
Dijelaskan, menurunnya suara PDIP ini karena berbanding lurus dengan performa atau tingkat kesukaan publik terhadap Pemerintah. Ihwal ini, lebih dari 50 persen responden tidak setuju dengan kenaikan harga BBM. Dampaknya, elektabilitas PDIP ikut terbawa turun.
“Ketika kepercayaan publik terhadap Pemerintah menurun, partai yang terasosiasi Presiden akan mengalami hal sama,” ungkapnya.
Menariknya, situasi itu tidak berbanding lurus dengan Partai Gerindra. Salah satu partai pendukung Pemerintah yang menempatkan Ketua Umumnya, Prabowo Subianto sebagai Menteri Pertahanan dan Wakil Dewan Pembina, Sandiaga Uno sebagai Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Parekraf). Tercatat, Gerindra berada di posisi kedua dengan elektabilitas sebesar 14,8 persen. Naik dari sebelumnya di angka 13,8 persen.