jaringberita.com - Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) melaporkan Gunung Marapi di Sumatera Barat mengalami erupsi pada Kamis, (12/1/2023).
PVMBG melaporkan, tercatat dalam satu hari ini, erupsi yang terjadi bahkan mencapai sebanyak enam kali.
Mengutip dari akun Twitter PVMBG, erupsi pertama terjadi pada pukul 06:40 WIB. Tinggi kolom letusan teramati ± 350 m di atas puncak.
Kemudian erupsi kembali terjadi pada pukul 09:36 WIB. Tinggi kolom letusan teramati ± 350 m di atas puncak. Erupsi terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 4.8 mm dan durasi 118 detik.
Lalu pada pukul 10:42 WIB, erupsi berlangsung dengan tinggi kolom letusan teramati ± 300 m di atas puncak. Erupsi terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 4.5 mm dan durasi 126 detik.
Hanya selang beberapa menit, tepatnya pukul 10:58 WIB erupsi kembali terulang dengan tinggi kolom letusan teramati ± 1000 m di atas puncak. Erupsi terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 5.1 mm dan durasi 184 detik.
Pada pukul 12:17 WIB erupsi kelima terjadi dengan tinggi kolom letusan teramati ± 700 m di atas puncak. Erupsi terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 5.2 mm dan durasi 131 detik.
Terakhir, erupsi terjadi pada pukul 18:24 WIB. Tinggi kolom letusan teramati ± 300 m di atas puncak. Erupsi terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 4.8 mm dan durasi 70 detik.
Diketahui, saat ini, status Gunung Marapi berada pada level II atau Waspada. PVMBG mengimbau masyarakat di sekitar Gunung Marapi dan pengunjung/wisatawan untuk tidak mendaki pada radius tiga kilometer dari kawah/puncak.