jaringberita.com - Program Pemerintah Kota (Pemkot) Solok, Sumatera Barat (Sumbar) memberikan insentif sebesar Rp 1 juta kepada warganya yang berhasil berhenti dari kebiasaan merokok mendapat respon negatif dari netizen. Dikhawatirkan, program tersebut malah jadi lahan korupsi.
Akun @pandemictalks mengungkap pernyataan Kabag Humas Solok Nurzal Gustim yang menyebut program ini sudah berjalan sejak 2013. Hal ini sebagai salah satu upaya pengentasan atau penanggulangan kemiskinan daerah.
“Program ini sudah berjalan cukup lama, hanya saja nominal angkanya bervariasi, ada penambahan. Dulu hanya Rp 500.000, sekarang Rp 1 juta, tentu ini dipengaruhi oleh waktu dan nilai uang yang juga terus bertambah” ungkap @pandemictalks mengutip pernyataan Nurzal.
Akun @lixieehyun meyakini program tersebut tidak akan berhasil. Soalnya, kata dia, rata-rata orang Solok perokok aktif dan tidak bisa hidup tanpa rokok. Sehingga, dia menilai program tersebut sia-sia saja.
“Ini tuh kemungkinannya kecil. But we never know ya,” katanya.
Akun @chocowithjxlly_ khawatir setslah dikasih duit insentif malah buat membeli rokok lagi. @xlr8__official menilai program tersebut sebagai program aneh dan edan.
“Tahu dari mana doi nggak nyebat di wc,” kata @deborahhrp.
Akun @mentionaink mempertanyakan mekanisme perokok yang berhak mendapat uang Rp 1 juta jika berhenti merokok. Kata dia, bisa saja orangnya mengaku-ngaku berhenti merokok walaupun aslinya memang tidak merokok.
“Buat tahu kalau beneran berhenti ngerokoknya tuh bagaimana ya,” tanya @onyour_puff. “Iya, bagaimana cara pantaunya, kurang efektif sepertinya,” sambung @fisikajancok. “Aturan nggak jelas. Buang-buang duit,” tambah @hendraantomy.
Akun @mr.vladimir_puting khawatir program tersebut dijadikan ajang korupsi oleh oknum pegawai Pemkot Solok. Dia mempertanyakan sumber keuangan untuk membayar insentif tersebut.
“Evaluasinya gimana? Emang entar ada petugas yang ngekos di rumah gitu. Bukan apa takutnya lebih rawan cuci uang pendapatan daerah lewat orang fiktif,” katanya.
“Mayan penyerapan anggaran naik. Sudah mau tutup tahun banyak acara ‘bermanfaat’ dari Pemerintah daerah,” ungkap @gerrychristian. “Program model begini nih yang mudah disalahgunakan oleh siapa pun. Nggak efektif,” ujar @indah.1973.
Berita Terkait : Liga 1 Berhenti, Pesut Etam Evaluasi Total Kelemahan
Akun @indrarozi mengungkapkan, perokok yang mendapat uang dari program ini akan terus dipantau. Kata dia, ada tim medis yang akan memeriksa kadar nikotin dalam tubuh penerima dana insentif tersebut selama ikut program itu.
“Jadi ada monitoring ya dari Pemerintah untuk yang ikut program berhenti merokok ini? Wah bagus kalau begitu,” kata @julianrumeser. “Langkah terbaik memberi penyuluhan ke masyarakat tentang rokok,” sambung @arkankmil.
Akun @budiman_note mengajak perokok untuk segera berhenti melakukan kebiasaan buruk merokok. Menurutnya, merokok tidak ada manfaatnya. Seperti di bungkusnya, rokok sangat berbahaya dan mematikan.
“Saya bersepeda untuk berhenti merokok. Ayo hidup sehat milenial,” ujar @sofunkahbegitu. “Agak susah memang buat berhenti merokok, tapi ayo kita coba, perlahan lahan pasti bisa,” timpal @royancutel.