jaringberita.com -Pemberdayaan dan pendampingan (pelatihan) yang dilakukan PT Permodalan Nasional Madani (PNM) untuk usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) diperluas.
PNM kini menyasar pembudidaya lebah klanceng. PNM menggandeng Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) yang memiliki peta penyebaran potensi lebah klanceng yang tersebar di wilayah Kab. Banyumas, Pageraji, Langgongsari, Pagelarang, Kemrajen, Pajerukan, Kalibagor, dan Limpakuwus.
"Ternyata banyak nasabah PNM Mekaar di wilayah tersebut," kata Direktur Operasional PT PNM, Sunar Basuki dalam keterangan persnya, dikutip Minggu (25/9).
PNM melakukan pemberdayaan dan pendampingan (pelatihan) melalui program Pengembangan Kapasitas Usaha (PKU) yang diberikan kepada nasabah PNM Mekaar di wilayah Purwokerto dengan jumlah total 50 peserta yang terdiri dari Mekaar Unit Cilongok 2.
Pelatihan telah digelar di Balai Desa Pageraji Kec. Cilongok Kab. Banyumas, Purwokerto Kamis (22/9). Sunar mengatakan, kegiatan ini merupakan program pemberdayaan yang dirancang melalui Program PKU yang dikenal dengan sebutan Klasterisasi Sektoral.
Yaitu, pelatihan di sektor budidaya lebah madu klanceng. Pelatihan yang diberikan berupa sosialisasi terkait strategi dan optimalisasi budidaya dan pemasaran lebah klanceng, pentingnya kemasan, label dan branding dalam mendukung pemasaran sebuah produk hasil budidaya lebah klanceng.
Acara ini juga dihadiri oleh Prof. Dr. Rer. Nat. Imam Widhiono selaku Guru Besar sekaligus Professor Fakultas Biologi Universitas Jenderal Soedirman.