jaringberita.com - Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Pemuda Nusantara Bersatu Untuk Rakyat (Penabur) melakukan orasi di depan gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) belum lama ini di Kota Jakarta Selatan.
Aksi damai yang dipimpin Ketua DPP Penabur, Saut Haornas Sagala didampingi Sekretarisnya Edison Tamba itu menyerukan kepada KPK melakukan pemberantasan Korupsi di Indonesia, terkhusus di Provinsi Sumut.
Saut menjelaskan bahwa, berdasarkan temuan pihaknya, mendapati prihal adanya dugaan monopoli dan konspirasi penetapan PT. AFJM sebagai pemenang lelang proyek pengadaan obat-obatan dengan pagu senilai Rp2,9 Miliar di Dinas Kesehatan Provinsi Sumut T.A 2022.
Kemudian, dugaan adanya permainan dan indikasi ketidaknetralan Kelompok Kerja Pemilihan (pokja) 019-B Biro Pengadaan Barang dan Jasa Setdaprovsu dalam melakukan evaluasi serta pembuktian kualifikasi terkait syarat kelayakan dan legalitas perusahaan pemenang tender lelang.
"Kita memahami bagaimana situasi negara saat ini dengan perubahan postur anggaran yang lebih besar dalam situasi Covid-19. Untuk itu kami Pemuda Nusantara Bersatu Untuk Rakyat menyerukan, usut tuntas sejumlah proyek yang dikerjakan maupun dimenangkan di Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Utara," ujarnya.
Lebih lanjut, mantan wartawan televisi ini juga menyuarakan agar pihak terkait membatalkan status pemenangan PT AFJM pada pengadaan obat-obatan lainnya berupa multivitamin, vitamin C, vitamin D 1000 iu dan vitamin E 400 iu untuk penanganan Covid-19 dengan pagu senilai Rp2,9 miliar.