385 WNI Dievakuasi dari Sudan, Pemerintah Siapkan Layanan Kesehatan


Kemkes
jaringberita.com - Sebanyak 385 Warga Negara Indonesia (WNI) telah dievakuasi dari Sudan, akibat konflik bersenjata yang terjadi di negara tersebut, Jumat (28/4/2023) kemarin.

Menyambut warga yang sudah berhasil dievakuasi, pemerintah pun menyiapkan layanan kesehatan yang dibutuhkan.

Kedatangan gelombang pertama WNI itu terdiri dari 248 perempuan dan 137 laki-laki, dan diantara mereka terdapat 43 anak-anak. Saat ini mereka ditampung sementara di Asrama Haji pondok Gede.

Melansir dari laman resmi Kemenkes, Selasa (2/5/2023), Kementerian Kesehatan sendiri menyiapkan berbagai logistik kesehatan yang dibutuhkan beserta tenaga kesehatan bagi WNI yang sudah sampai di tanah air.

Adapun pelayanan kesehatan yang diberikan, seperti pengecekan kesehatan, swab antigen dan vaksinasi Covid-19 bagi yang status vaksinasinya belum lengkap oleh Tenaga Kesehatan yang dikoordinir melalui Pusat Krisis Kesehatan Kemenkes RI.

“Disini mereka menjalani antigen terlebih dahulu, bagi yang hasilnya negatif bisa langsung ke kamarnya masing-masing. Kemudian bagi yang positif akan dipisahkan, jadi disini oleh pihak Asrama Haji sudah disiapkan satu Gedung khusus untuk yang memiliki status Covid nya positif atau memiliki penyakit menular” ucap Rakhmad Ramadhanjaya, Koordinator Layanan Kesehatan Evakuasi WNI Sudan dari Pusat Krisis Kesehatan Kemenkes RI.

Sebanyak 7 tim Tenaga kesehatan disiapkan bekerjasama dengan lintas program dan sektor terkait.

Di antaranya dari Kemenkes termasuk dari Unit Pelayanan Kemenkes (UPK) dan Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Soekarno Hatta, LSM, Pusdokes Polri, MDMC (Muhammadiyah Disaster Management Center), Tim Kesehatan dari Dompet Duafa hingga tim kesehatan dari LAZ (Lembaga Amil Zakat) Persis.

Emergency Medical Team (EMT) yang merupakan tenaga kesehatan cadangan regional DKI Jakarta juga sudah mulai membantu pelayanan Kesehatan di Asrama haji.

Klinik atau Posko Kesehatan ini berlokasi di satu titik yang berada di dekat Gedung akomodasi WNI, di samping Gedung Serbaguna 3 Asrama Haji Pondok Gede, dan buka 24 Jam.

Untuk Tenaga Kesehatan dan tim medis yang bertugas juga dibagi menjadi 2 sift, yaitu sift pertama pukul 08.00-16.00 dan sift kedua pukul 16.00-08.00.

Akomodasi tempat istirahat sementara WNI disiapkan untuk 5 hari kedepan, namun jika dibutuhkan lebih dari itu akan dipertimbangkan kembali.

"Selama di Asrama Haji Pondok Gede selain mendapatkan layanan kesehatan yang maksimal, juga mendapatkan layanan Psikososial untuk memastikan bahwa para WNI ini benar-benar dalam kondisi sehat sampai dipulangkan ke daerahnya masing-masing," jelasnya.

Editor
: Nata

Tag:

Berita Terkait

Nasional

Kaops NCS Polri Minta Para Kapolres Bisa Kelola Potensi Konflik

Nasional

Kapolda Kalteng Pimpin Rakor Penanganan Konflik Sosial

Nasional

3 Hari Hanyut Bocah 8 Tahun Akhirnya Di Temukan

Nasional

Ancaman KKB di Papua, Belasan Nakes Nusantara Sehat Dievakuasi

Nasional

UNICEF: 13 Juta Lebih Anak di Sudan Butuh Bantuan Kemanusiaan

Nasional

Tentara dan Milisi Sudan Sepakat Gencatan Senjata Selama Tujuh Hari