Waspada Buang Air Tak Terkontrol dan Cara Penanganannya

Faeza
istimewa

jaringberita.com - Inkontinesia urine atau mengompol merupakan keluarnya urine di luar kehendak seseorang. Kondisi ini tak hanya dialami anak, namun orang dewasa juga bisa mengalaminya.

Kondisi ini bisa dialami bersamaan dengan buang air kecil (BAK)/besar baik siang atau malam hari karena sulit menahan. Kondisi dikenal dengan kandung kemih overaktif (overaktive bladder/OAB).

Kondisi lainnya mengompol karena tekanan perut meningkat seperti batuk, bersin, tertawa, olahraga, dan mengangkat barang berat. Mengompol jenis ini karena tekanan atau inkontinesia urine tipe stres.

Angka OAB dan inkontinesia urine tipe stres meningkat seiring bertambahnya usia. OAB sendiri terjadi hampir sama pada laki-laki dan perempuan. Sedangkan inkontinesia urine tipe stres lebih banyak terjadi pada perempuan.

Ahli Urologi Mayapada Hospital Prof. dr. Harrina Erlianti Rahardjo, SpU (K), PhD, mengatakan, meskipun hanya setetes urine keluar di saat yang tidak diinginkan, tetap masuk kategori mengompol.

"Jadi bukan hanya kejadian keluar urine dalam jumlah banyak seperti saat kita masih kecil saja yang dikategorikan sebagai mengompol. Setetes saja sudah dikatakan mengompol atau inkontinensia urine bila keluar di saat yang tidak diinginkan," kata Prof. Harrina dalam keterangan resmi, dikutip dari CNN Indonesia Minggu (23/10).

Menurut Prof Harrina, ada dua fase berkemih. Pertama fase pengisian yakni di mana kandung kemih diisi oleh urine yang dialirkan dari ginjal. Kedua, fase berkemih yakni saat seseorang mengeluarkan urine dari kandung kemih di kamar kecil.

"Mengompol adalah gangguan berkemih yang terjadi di fase pengisian. Seharusnya setelah usia di atas 5 tahun kita sudah bisa mengontrol BAK sehingga tidak terjadi mengompol. Pada kondisi tertentu, setelah usia 18 tahun atau dewasa bisa saja mengompol terjadi yang disebabkan berbagai hal. Contohnya saat tertawa dan batuk bisa keluar urine yang sudah digolongkan sebagai mengompol," ujar Prof. Harrina.

Penyebabnya gangguan berkemih jenis stres disebabkan pertambahan usia, menopause (estrogen menurun), riwayat melahirkan, yang memengaruhi kekuatan dasar panggul kita.

Melahirkan bayi secara normal dengan berat badan lahir bayi di atas tiga kilogram dan riwayat operasi angkat rahim dapat menjadi risiko mengompol, pada perempuan. Maka dari itu, disarankan untuk latihan otot dasar panggul sedini mungkin.

"Pada laki-laki operasi di daerah prostat merupakan faktor risiko," kata Prof. Harrina.


Penulis
: Faeza
Editor
: La Tansa

Tag:

Berita Terkait