jaringberita.com - Jalanan berlubang menjadi tantangan tersendiri bagi pengendara. Apalagi genangan air di jalan ketika musim hujan kerap menutupi lubang yang membuatnya semakin berbahaya karena tak terlihat dan disadari kedalamannya.
Selain soal keselamatan, jalan berlubang atau rusak juga bisa berdampak buruk bagi kendaraan, misalnya pada bagian suspensi atau sambungan yang dapat bermasalah karena getaran keras.
Saat menghadapi lubang di jalan ada berbagai hal yang bisa dilakukan. Ini sebaiknya mempertimbangkan situasi, terutama untuk keselamatan.
Berikut tips berkendara di jalan rusak:
Kurangi kecepatan
Melewati jalan dengan kondisi rusak atau berlubang tentu sangat berbahaya karena dapat memengaruhi keselamatan pengemudi. Hal ini karena kontur jalan yang tidak rata akan membuat aktivitas mengemudi jadi terganggu.
Oleh karena itu, saat mengetahui jalan di depan berlubang ada baiknya pengemudi melajukan kendaraan secara pelan-pelan sebelum sampai di titik jalan yang berlubang.
Selain itu, sebaiknya tidak menginjak rem terlalu kat saat ban memasuki lubang, karena ketika menginjak rem terlalu kuat, ban dan pelek akan menerima benturan yang kuat dari pinggir lubang.
Jaga jarak
Menjaga jarak dengan kendaraan lain adalah salah satu aspek penting yang harus diperhatikan saat melintasi jalan berlubang.
Hal ini untuk memberi rasa aman saat mengemudi, karena apabila jarak kendaraan terlalu dekat, dikhawatirkan akan terjadi benturan antarkendaraan.
Selain itu, dengan menjaga jarak kendaraan, pengemudi akan lebih mudah melihat kondisi jalan yang akan dilewati. Dengan demikian, pengemudi akan lebih cepat mengantisipasi kondisi jalan yang rusak.
Jaga konsentrasi
Tetaplah waspada dan konsentrasi selama mengemudi. Kedua aspek ini merupakan faktor utama penunjang keselamatan selama mengemudi.
Dengan berkonsentrasi terhadap jalan yang akan dilewati, pengemudi akan lebih cepat mengantisipasi kondisi jalan yang rusak dan berlubang.
Selain itu, apabila sudah hafal dengan jalur dan kondisi jalan yang akan dilewati, pengemudi juga tetap harus berkonsentrasi menghindari kondisi jalan rusak, seperti saat berpindah jalur untuk menghindari kondisi jalan tersebut.