jaringberita.com - Selain beribadah, momen puasa
Ramadan bagi sebagian orang juga diharapkan dapat mengurangi berat badan.
Sebab, puasa sering diidentikan seperti diet, yakni mengurangi asupan makanan yang dapat diserap tubuh.
Namun tak jarang, baru beberapa hari menjalankan ibadah puasa, ternyata timbangan berat badan justru mengalami kenaikan.
Melansir CNN, Sabtu (9/4/2023), dokter spesialis gizi Tan Shot Yen menyebut, tak ada jaminan berat badan bisa turun selama menjalankan puasa Ramadan, karena, saat berbuka, kebanyakan orang justru mengonsumsi makanan tinggi kalori, karbohidrat, dan lemak jahat.
"Mulai dari minuman manis. Seperti kolak sampai gorengan pasti ada di meja makan dan dikonsumsi saat berbuka. Makanya berat badan jadi naik," katanya saat menggelar konferensi pers secara daring tentang Mitos dan Fakta Seputar Puasa, Jumat (31/3/2023).
Tan menyebut, kebanyakan orang juga salah kaprah saat menjalankan ibadah puasa. Salah satunya adalah melewatkan sahur atau memilih asupan sahur dalam jumlah kecil, tapi malah kalap saat berbuka.
Padahal, makan sahur adalah hal yang sangat penting. Sahur mirip dengan sarapan. Jadi, menurutnya, jika ingin menurunkan berat badan selama berpuasa, maka jangan pernah tinggalkan sahur.
"Sahur cuma minum air putih, seharian lemas. Kemudian jadi kalap saat buka," jelasnya.
Dia menjelaskan, makanan sahur pun harus seimbang. Terdiri dari serat, karbohidrat, lemak, protein, dan buah-buahan serta sayuran. Selain itu, memenuhi kebutuhan cairan juga harus dilakukan.
"Jangan sampai sengaja makan sedikit, tapi ngemil banyak. Terutama saat berbuka, ada gorengan, ada kolak, ada kue, semua dimakan. Ini yang bikin berat badan naik," imbuhnya.
Selain itu dia juga mengingatkan agar selalu tidur cukup dan tetap menjalankan olahraga. Meskipun sedang berpuasa, tak ada salahnya melakukan gerakan kecil seperti jalan santai atau senam santai di rumah.
"Karena kalau berpuasa terus tidur saja seharian, justru membuat lemak menumpuk. Jadi tetap harus aktif," pungkasnya.