Mengerikan, Astronom Ungkap Sisa Umur Tata Surya


istockphoto
ilustrasi
jaringberita.com - Sebagai pusat tata surya, Matahari saat ini diperkirakan telah berusia sekitar 5 miliar tahun atau memasuki fase paruh baya (middle age).

Melansir CNBC, Jumat (3/3/2023), oleh karena itu, ilmuwan memprediksi Matahari akan semakin panas dalam kurun waktu 5 miliar tahun mendatang.

Hal ini tentu akan mempengaruhi sistem tata surya dan berdampak pada Bumi. Siklus karbon akan melambat, sehingga banyak tumbuhan yang tak bisa bertahan.

Sebagai tempat tinggal manusia, pada akhirnya, Bumi tak bisa lagi menjadi habitat tumbuhan. Ketika itu terjadi, rantai makanan akan hancur.

Ilmuwan juga memperkirakan peristiwa mengerikan ini bakal terjadi dalam 600 juta tahun lagi. Mikroba yang mampu beradaptasi dengan perubahan tata surya juga akan hidup menderita.

Sementara itu, dalam 1 miliar tahun ke depan, suhu matahari diprediksi lebih panas 10% dari saat ini, dikutip dari Iflscience, Kamis (2/3/2023).

Imbasnya, peningkatan efek rumah kaca tak bisa dikendalikan lagi. Lautan akan mengalami evaporasi dan mengakibatkan kekeringan.

Bumi akan menjadi planet semacam Venus yang mampu melelehkan semua benda di dalamnya. Bisa dibilang, ketika masanya tiba, manusia tak mampu lagi bertahan hidup di planet ini.

"Bumi dan Mars kemungkinan akan berputar masuk ke matahari, sementara planet lainnya akan terdorong ke luar," kata laporan Iflscience.

Pada akhirnya, matahari akan meleburkan semua lapisan intinya dan memunculkan objek bintang baru yang disebut 'White Dwarf'. Setelah kehilangan banyak massanya, White Dwarf tak akan mampu bergantung pada planet-planet yang tersisa.

Ilmuwan memperkirakan planet raksasa yang tersisa nantinya hanya Jupiter. Simulasi yang dilakukan memperlihatkan fenomena ini akan terjadi dalam 30 miliar tahun ke depan. Tiga planet akan musnah dalam 10 miliar tahun.

Jupiter sebagai planet terakhir mungkin akan bertahan cukup lama, namun pada akhirnya juga bakal terdorong ke luar sistem tata surya dan melebur dengan bintang lain.

Berdasarkan simulasi, planet terakhir akan ke luar dari sistem tata surya dalam jangka waktu 100 miliar tahun. Durasi ini lebih lama ketimbang usia alam semesta yang diprediksi sekitar 13,8 miliar tahun.

Editor
: Nata

Tag:

Berita Terkait

Lifestyle

PLN UPT Medan Tanam 190 Pohon Bersama Warga, Wujud Nyata Peduli Bumi

Lifestyle

AJB Bumiputera 1912 Sosialisasi Pentingnya Asuransi untuk Guru dan Siswa

Lifestyle

Nenek di Gunungkidul Wakafkan Tanah untuk TK Gratis yang Didirikan Bripka Heri

Lifestyle

Ikhtiar Bripka Heri Prasetyo, Ikhlaskan Tukin Demi Bangun TK Gratis di Pelosok

Lifestyle

Pacitan Jawa Timur Diguncang Gempa Berkekuatan M6,0

Lifestyle

Wilayah Banda Aceh dan Aceh Besar Diguncang Gempa Bumi Tektonik M4,1