jaringberita.com - Utusan khusus Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk Timur Tengah Tor Wennesland mengatakan, jika 2022 akan menjadi tahun paling mematikan bagi warga Palestina di Tepi Barat sejak PBB mulai melacak fatalitas pada 2005.
Dilansir dari Okezone, Minggu (30/10/2022), untuk itu ia menyerukan aksi segera untuk menenangkan "situasi yang eksplosif" dan melakukan upaya untuk memperbarui perundingan Israel-Palestina.
Kepada Dewan Keamanan PBB, Wennesland mengatakan bahwa keputusasaan, kemarahan dan ketegangan yang memuncak sekali lagi pecah menjadi lingkaran kekerasan yang kian sulit dikendalikan, dan terlalu banyak orang, kebanyakan warga Palestina, telah tewas dan cedera.
Koordinator khusus bagi proses perdamaian Timur Tengah itu mengatakan memburuknya keadaan di Tepi Barat dan situasi yang rentan saat ini berakar dari kekerasan puluhan tahun antara warga Israel dan Palestina, absennya perundingan, dan kegagalan untuk memecahkan isu-isu penting yang memicu konflik Israel Palestina.
Wennesland mengatakan pesannya kepada para pejabat dan faksi-faksi Palestina, para pejabat Israel dan masyarakat internasional dalam beberapa pekan belakangan sudah jelas.