jaringberita.com - Angkatan bersenjata
Sudan dan milisi Pasukan Pendukung Cepat (RSF) menandatangani kesepakatan gencatan senjata selama tujuh hari saat pertempuran antara keduanya memasuki pekan keenam, Sabtu (20/5/2023) malam.
Gencatan senjata itu akan dimulai Senin (22/5/2023) pukul 21.45 waktu Khartoum, kata pihak yang mensponsori pembicaraan itu, Amerika Serikat dan Arab Saudi, dalam pernyataan bersama.
Berbagai perjanjian gencatan senjata sebelumnya tak efektif karena dilanggar kedua belah pihak.
Namun, perjanjian kali ini mensyaratkan adanya mekanisme pemantauan AS-Arab Saudi dan dunia internasional.
Perjanjian itu juga mendorong distribusi bantuan kemanusiaan, pemulihan layanan penting, dan penarikan pasukan dari rumah sakit serta fasilitas publik penting.