Sisa Peradaban Maya Berusia 2.000 Tahun Ditemukan di Guatemala

Faeza
Peneliti menemukan wilayah di Guatemala yang diduga dulunya dihuni suku bangsa Maya (CNN)

jaringberita.com - Kelompok peneliti menemukan peradaban Maya berusia 2.000 tahun yang sangat besar di Guatemala. Kelompok ini terdiri dari sebuah tim peneliti yang berafiliasi dengan sejumlah institusi di Amerika Serikat (AS), seorang peneliti dari Prancis, dan satu orang dari Guatemala

Dilansir dari CNN Indonesia, kelompok tersebut menggunakan LiDAR untuk melakukan survei di area tersebut. LiDAR adalah sistem deteksi yang mirip dengan radar tetapi didasarkan pada sinar laser daripada gelombang radio. Dalam beberapa tahun terakhir, teknologi ini telah digunakan untuk memindai bagian hutan hujan tropis yang lebat untuk mencari tanda-tanda peradaban kuno.

Laser yang digunakan dalam sistem LiDAR mampu menembus 'kanopi' vegetatif di atas hutan hujan dan mengungkap apa yang ada di tanah di bawahnya.

Dalam studi baru ini, para peneliti terbang melintasi sebagian Guatemala sebagai bagian dari upaya pemetaan. Dalam perjalanannya, mereka menemukan apa yang mereka gambarkan sebagai peradaban Maya kuno yang luas.


Penulis
: CNN Indonesia
Editor
: La Tansa

Tag:

Berita Terkait