Presiden Korsel Bawa Pulang Rp453 Triliun


Presiden Korsel ke Uni Emirat Arab

jaringberita.com -Presiden Korea Selatan (Korsel) Yoon Suk Yeol bertandang selama empat hari di Uni Emirat Arab (UEA) mulai Sabtu (14/1). Dalam kunjungan ini, Yoon datang bersama delegasi bisnis. Pulangnya, dia membawa investasi Uni Emirat sekitar 30 miliar dolar AS (Rp 453 triliun).

Ini merupakan kunjungan pertama seorang Presiden Korsel ke Uni Emirat Arab. Padahal, kedua negara sudah menjalin kerja sama diplomatik sejak 1980.

“Kami memutuskan melaku­kan­ investasi dengan keyakinan pada Korsel yang menepati janjinya dalam segala keadaan,” kata Presiden Uni Emirat Arab Sheikh Mohamed bin Zayed Al Nahyan dilansir Korea Herald, Senin (16/1).

Investasi jumbo tersebut digadang-gadang sebagai investasi terbesar yang pernah dilakukan UEA ke satu negara. Sebelumnya, investasi terbesar UEA adalah di Inggris dengan­ nilai 12,2 miliar dolar AS atau se­kitar Rp 184 triliun.

Dalam pertemuan Korsel dengan UEA, kedua negara sepakat untuk meningkatkan hubungan ke kemitraan strategis khusus. UEA pun menjadi satu-satu­nya negara di Timur Tengah yang memiliki kemitraan dengan­ Seoul.

Kemitraan tersebut meli­puti kolaborasi pada energi nuk­lir dan hidrogen, serta kerja sama pada eksplorasi ruang angkasa, emisi karbon, dan inovasi teknologi.

Presiden Yoon menantikan untuk memperkuat kerja sama strategis yang tidak hanya empat bidang utama tenaga nuklir, energi,­ investasi, dan pertahanan.­ Juga dalam perawatan kesehatan medis serta budaya dan pertukaran orang ke orang,” terang Kantor Kepresidenan Korsel me­ngutip ucapan Yoon.

Yoon juga berharap, kerja sama bilateral akan berfungsi sebagai titik awal yang penting guna memajukan kemitraan stra­tegis khusus ke tingkat tertinggi, dan berharap kerja sama antara kedua negara tidak terbatas.

UEA pun merespons hal tersebut dan siap memperluas kerja sama dengan Korsel di semua bidang. Pada pertemuan bilateral ter­sebut, Kantor Kepresidenan Korsel juga mengatakan, kedua­ negara menandatangani 13 nota­ kesepahaman guna memper­kuat hubungan energi strate­gis.­

Mencakup pengurangan emisi­ karbon di industri melalui peralihan peng­gunaan energi ke hidrogen. Salah satu kesepakatan tersebut, tentang international joint stockpile, yakni deklarasi yang menyepakati bahwa perusahaan minyak Abu Dhabi akan mencadangkan minyak di kota pelabuhan Yeosu di barat daya Korsel.

Dan memberikan hak istimewa pembelian prioritas ke­pada Korsel jika suatu waktu terjadi krisis energi. Selama di UEA, Yoon juga dijadwalkan mengunjungi unit Akh, yakni kontingen militer Korsel, dan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) Barakah yang merupakan proyek pembangunan PLTN luar negeri per­tama yang dibangun Korsel.

Pada kunjungannya tersebut, Yoon didampingi Ibu Negara Kim Keon Hee dan mendapat sambutan yang sangat istimewa. Mereka makan siang setelah per­temuan puncak kedua negara, de­ngan suguhan daging unta yang merupakan simbol tradisi un­tuk menghormati tamu VIP.

Dilansir AP News, pentingnya kunjungan Korsel ke Uni Emirat Arab dapat dilihat dari para pe­mimpin bisnis yang dibawa. Ha­dir Ketua Hyundai Motor Group Euisun Chung, Ketua Ek­sekutif Samsung Electronics Lee Jae Yong, dan Ketua SK Group Chey Tae Won.

Yoon berharap, seperti dilansir rm.id, lawatan kene­ga­raannya tersebut dapat membuat pencapaian besar. Mengingat saat ini negara dengan eko­nomi terbesar keempat di Asia itu sedang mencari mesin baru guna memulai pertumbuhan eko­nomi yang stagnan.


Tag:

Berita Terkait

Internasional

Indonesia Nyatakan Komitmen Iklim dan Dukung Inisiatif Brasil untuk Konservasi Hutan Tropis

Internasional

Kembangkan Energi Bersih, Arsari Tambang Luncurkan "Envirotin" Timah Ramah Lingkungan

Internasional

DPR Apresiasi Kapolri Lepaskan Mahasiswa Pembuat Meme Presiden

Internasional

KSP : Humas Polri Harus Kawal Komunikasi Program Prioritas Menuju Indonesia Emas

Internasional

Panglima TNI Sambut Kedatangan Presiden RI Usai Lawatan ke Timur Tengah

Internasional

Panglima TNI Ikuti Rapat Virtual Bersama Presiden RI Bahas Pengendalian Inflasi dan Kebijakan Upah Minimum Tahun 2025