jaringberita.com - Sebanyak 22 ribu orang lebih dilaporkan telah tewas dalam peristiwa gempa bumi berkekuatan Magnitudo 7,8 yang mengguncang Turki dan Suriah, Senin (6/2/2023).
Melansir BBC Indonesia, Sabtu (11/2/2023), Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan dan Presiden Suriah Bashar al-Assad telah mengunjungi area-area yang terdampak gempa di negaranya. Presiden Turki menyebut gempa bumi itu sebagai bencana (paling besar) abad ini.
Menanggapi kritik lambatnya penanganan dan penyelamatan di sejumlah area terdampak, Erdogan mengakui ada beberapa masalah dengan tanggap darurat di masa awal bencana. Namun sekarang semua sudah berjalan normal.
"Awalnya ada masalah di bandara-bandara dan di jalan-jalan, tapi hari ini semuanya sudah lebih mudah, dan besok akan lebih mudah lagi," ujarnya.
"Kami telah memobilisasi semua sumber daya. Negara menjalankan tugasnya," sambungnya.
Pejabat dan petugas medis Turki mengatakan 18.991 orang tewas akibat gempa, sementara di Suriah angkanya sebanyak 3.377, menurut kantor berita AFP, sehingga total saat ini menjadi 22.368.
Saat ini, penggalangan dana bantuan internasional semakin cepat terkumpul. Pada Kamis (9/2/2024), Bank Dunia akan mendonasikan uang sebesar US$1,78 miliar atau setara dengan Rp26,9 miliar untuk membantu penduduk Turki.
Dana tersebut akan digunakan untuk membangun infrastruktur standar dan mendukung mereka yang terdampak lansung oleh gempa.