Kisah Miris PMI Perkebunan Di Inggris, Bayar Puluhan Juta Tapi Masih Nganggur


jaringberita.com -Kisah miris Pekerja Migran Indonesia (PMI) ternyata masih belum juga usai. Kemarin, Direktur Jenderal Pelindungan Warga Negara Indonesia (PWNI) Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI Judha Nugraha mengatakan, Pemerintah tengah menangani kasus PMI di beberapa perkebunan di Inggris.

Selama ini, Inggris memerlukan puluhan ribu pekerja musiman setiap tahun. Sebelum Brexit dan perang di Ukraina, banyak pekerja musiman yang datang dari Polandia, Rumania dan Bulgaria.

Tahun lalu, dari puluhan ribu tenaga kerja yang diperlukan di perkebunan, dua pertiga di antaranya berasal dari Ukraina dan Rusia. Tahun ini, agen perekrut mencari dari negara yang lebih jauh termasuk Indonesia, Vietnam, Mongolia, Nepal, Tajikistan, Kazakhstan dan Kyrgystan.

Agen-agen perekrutan, termasuk AG Recruitment, mencari tenaga kerja di luar Eropa di tengah kekurangan tenaga kerja musiman. Untuk di Indonesia, AG Recruitment bekerja sama dengan PT Al Zubara Manpower Indonesia (PT AMI), perusahaan penempatan pekerja migran legal.

Dilansir Guardian Minggu, 25 September 2022, PMI rela membayar lebih dari 2.500 poundsterling atau Rp 40 juta kepada agen di Jakarta untuk mendapat pekerjaan di perkebunan Inggris.

Seorang pekerja mengatakan kepada Guardian bahwa ia membayar uang muka sebesar 1.000 pound (Rp 16 juta) pada Juli lalu kepada sebuah agen di Jakarta untuk menjamin pekerjaan di bidang pertanian dengan perekrut dari Inggris. Namun dia mengeluh, karena telah menjadi salah satu dari beberapa orang yang dibiarkan menganggur dan kehabisan uang dengan harapan mendapatkan pekerjaan pertanian di Inggris.

“Kami berhenti bekerja untuk bisa serius mengikuti proses rekrutmen untuk mendapatkan pekerjaan baru yang lebih baik. Sekarang kami menganggur dan nasib kami semakin tidak jelas,” akunya.

Dikutip Guardian, Senin (26/9), dokumen resmi Pemerintah Indonesia dari akhir Agustus menunjukkan, sekitar 170 orang masih menunggu pemberangkatan ke-19 perkebunan di seluruh Inggris. Sebagian besar telah menganggur selama beberapa bulan, menunggu pekerjaan yang mereka yakini akan segera datang, dan hampir semuanya telah diberi visa untuk datang ke Inggris.

Diketahui juga bahwa terdapat rencana untuk membawa beberapa pekerja ini ke Inggris, meskipun saat ini masih jauh dari musim panen. Yang bikin miris, mereka belum jadi bekerja tapi untuk berangkat, ada yang berutang hingga puluhan juta rupiah. Kemlu bekerja sama dengan kementerian dan lembaga terkait sudah mendalami dan menindaklanjuti kasus ini.

"KBRI London hingga kini sudah melakukan langkah-langkah. Seperti meninjau langsung dan berdialog dengan para PMI di perkebunan dan berdiskusi dengan pemilik serta manajemen perkebunan,” ujar Judha dalam keterangan persnya, Selasa (27/9).

Judha mengatakan, KBRI London juga telah membentuk satgas khusus KBRI. Serta mengawal pemulangan para PMI pada saat berakhirnya masa kontrak kerja yang dijanjikan, agar tidak terjadi penyalahgunaan aturan.

KBRI juga memastikan ketersediaan hotline kekonsuleran seluas-luasnya, bila terdapat pertanyaan atau masukan mendesak dari PMI. “Kami juga sudah melakukan pendataan dan menampung aspirasi PMI secara langsung,” katanya.

Pihaknya, lanjut Judha, juga telah meminta AG Recruitments selaku agen perekrut untuk tetap memfasilitasi PMI dan menjamin mereka mendapatkan alternatif pekerjaan dalam koridor kontrak selama menunggu masa kepulangan.

“KBRI London melakukan koordinasi dengan otoritas Inggris terkait pemenuhan hak-hak PMI, sesuai ketentuan yang berlaku di Inggris,” katanya.

Judha mencatat, Inggris saat ini adalah salah satu negara tujuan penempatan PMI sejak 31 Maret 2022. Tercatat, 1.308 PMI bekerja di sektor perkebunan Inggris.

Sebelumnya, artikel BBC News menyebut, PMI membayar lebih dari Rp 45 juta kepada agen di Tanah Air untuk mendapat pekerjaan di perkebunan Inggris. Para pekerja ini direkrut oleh AG Recruitment, salah satu dari empat agen resmi di Inggris, melalui Direktur Pengelola Doug Amesz, yang berada selama enam minggu di Indonesia untuk merekrut secara langsung.

Namun keberangkatan di Indonesia diatur oleh PT Al Zubara Manpower Indonesia (PTAMI), perusahaan penempatan pekerja migran.


Tag:
PMI

Berita Terkait

Internasional

Peringati HUT ke-78, Syah Afandin Terima Penghargaan "Pembina PMI Langkat"

Internasional

DR.H.Rahmat Shah: PMI Sumut Saat Ini Miliki 1000 Kantong Darah / Hari

Internasional

TNI AL Gagalkan Dua Upaya Pengiriman PMI Ilegal ke Malaysia di Perairan Batam

Internasional

PMI: Stok Darah di Medan Sedang Mengkhawatirkan

Internasional

Lewat Jalur Tikus, TNI AL Berhasil Gagalkan Pengiriman Puluhan TKI Ilegal ke Tawau Malaysia

Internasional

Ijeck Sambut Kepulangan PMI di Bandara Kualanamu