jaringberita.com -
Stephen Hawking,fisikawan paling brilian di zamannya, sempat merilis beberapateori yang sejauh ini belum terbukti secara ilmiah. Simak rinciannya di sini.Tak cuma jenius fisika di ruang kelas. Ia, yang meninggal di usia 76 tahun 14 Maret 2018,merupakan seorang penulis populer yang pandai menyampaikan kerumitanmekanisme semesta secara sederhana kepada publik.Buku pertamanya, 'A Brief History of Time', yang pertama kali diterbitkan pada 1988, menjadi bestseller internasional dan suksesmemaparkan tentang kelahiran dan kematian alam semesta kepada orang awam.
Hawking kemudian menulis buku nonfiksi lain yang ditujukan untuk non-ilmuwan. Ini termasuk 'A Briefer History of Time', 'The Universe in a Nutshell', 'The Grand Design', dan 'On the Shoulders of Giants'.Di saat yang sama, dia mengidap penyakit neuron motorik, yang lebih dikenal sebagai penyakit Lou Gehrig atau amyotrophic lateral sclerosis (ALS), yang membuatnya lumpuh."Meskipun saya sangat cacat, saya berhasil dalam karya ilmiah saya," tulis
Hawking di Facebook pada November 2014.Meskisejumlah buahpikirannya yang melampaui zamannya sukses dibuktikan secara ilmiah, seperti Ledakan Besar atau Big Bang dan Lubang Hitam, beberapa pernyataannya masih butuhperjalanan panjang menuju pembuktian.Berikut daftarpernyataanilmiahnyayang belum terbukti benar:PenciptaSalah satu pertanyaan yang paling sering ditanyakan dalam penciptaan semesta adalah "apa yang terjadi sebelum Big Bang?"
Hawking memandang pertanyaan itu tidak ada artinya. Menurut dia, waktu itu sendiri - serta alam semesta dan segala isinya - dimulai saat Big Bang."Bagi saya, ini berarti tidak ada kemungkinan adanya pencipta," katanya,dikutip dariLiveScience, "karena tidak ada waktu bagi Pencipta untuk ada."Hawking, yang mengaku sebagai ateis, kerapmenyatakanitu dalam banyak kesempatan sepanjang hidupnya.Teorinya ini hampir pasti termasuk dalam kategori "tidak akan pernah terselesaikan dengan satu atau lain cara".Fisikawan lain menilai, dalam konteks Tuhan sebelum Big Bang, tak terbukti ada secara [teori] ilmiah bukan berarti tak ada.Lubang hitam purbaLubang hitam tercipta dari keruntuhan gravitasi materi yang sudah ada sebelumnya seperti bintang. Tapi mungkin juga ada yang tercipta secara spontan di awal alam semesta, segera setelah Big Bang.
Hawking adalah orang pertama yang mengeksplorasi teori di balik lubang hitam purba secara mendalam. Ternyata mereka bisa memiliki massa apa pun, dari yang sangat ringan hingga yang sangat berat.Satu kemungkinan menarik yang dipertimbangkan oleh
Hawking adalah lubang hitam primordial mungkin merupakan materi gelap misterius yang diyakini para astronom menembus alam semesta.Namun, bukti pengamatan saat ini menunjukkan hal ini tidak mungkin terjadi. Namun saat ini belum ada alat observasi untuk mendeteksi lubang hitam primordial atau untuk mengatakan apakah mereka membuat materi gelap.Paradoks informasiLubang Hitam mendapatkan nama tersebut karena terdapat gravitasi yang sangat kuat sehingga foton atau partikel cahaya pun tidak dapatlari darinya.Dengan menerapkan teori kuantum, khususnya gagasan pasangan "foton virtual",
Hawking menyadari beberapa foton ini akan tampak terpancar dari lubang hitam.Metodeyang disebut sebagai radiasi
Hawking itu dikonfirmasi dalam percobaan laboratorium di Institut Teknologi Technion-Israel.
Hawking kemudian bergelut dengan pertanyaan soal apa yang terjadi dengan materi yang dihisap Lubang Hitam. Radiasi yang keluar dari 'kuburan antariksa' itu tidak memberi tahu kita tentang isinya.Inilah yang disebut paradoks informasi yang telah coba dipecahkan oleh para ilmuwan selama beberapa dekade.Pandangan
Hawking sendiri tentang misteri tersebut diterbitkan pada 2016. Ia mengatakan benda yang dihisap tidak benar-benar hilang.Ini disimpan dalam awan partikel berenergi nol yang mengelilingi lubang hitam, yang dia juluki "rambut lembut". Namun, hingga saat ini tak satu pun pakar yang sukses membuktikannya.MultiverseTeori multimesta(multiverse) berisi gagasan bahwa alam semesta kita, yang berawal dari Big Bang, hanyalah salah satu dari 'gelembung' alam semesta yang hidup berdampingan dalam jumlah tak terbatas.Dalam makalah terakhirnya di 2018,
Hawking berusaha untuk "mencoba menjinakkan multiverse". Dia mengusulkan kerangka matematika baru yang tidak membuang potensi keberadaanmultiverse sama sekali, namun menjadikannya terbatas, bukan tak terbatas seperti sebelumnya.Seperti spekulasi apa pun tentang alam semesta paralel, belum diketahui apakah teori itu benar, dan tampaknya tidak mungkin para ilmuwan dapat menguji idenya dalam waktu dekat.Teori inibaru menjadi 'nyata' dalam konteks sinematografi. Contohnya, Everything Everywhere All at Once dan Semesta Sinematik Marvel.Cara kiamatDi tahun-tahun terakhirhidupnya,
Hawking membuat serangkaian ramalan suram tentang masa depan umat manusia yang kemungkinan dicetuskan dengan serius.Hal ini berawal dari saran boson Higgs yang sulit dipahami, atau 'partikel Tuhan' dapat memicu gelembung vakum yang akan melahap alam semesta hingga invasi alien dan pengambilalihan kecerdasan buatan (AI).Meski beberapa hal sudah memberi gejala, seperti AI yang kian canggih, hal lainnya masih jauh dari nyata. Alien, misalnya, yang tak juga terdeteksi meski dalam tingkat sinyal.Perjalanan waktuHukum fisikamemang tidak melarang perjalanan waktu. Solusi untuk persamaan relativitas umum Einstein mencakup "kurva mirip waktu tertutup", yang secara efektif akan memungkinkan Anda melakukan perjalanan kembali ke masa lalu.
Hawking terganggu dengan hal ini, karena dia merasa bahwa perjalanan mundur dalam waktu menimbulkan paradoks logis yang seharusnya tidak mungkin dilakukan.Jadi dia menyarankan bahwa beberapa hukum fisika yang saat ini tidak diketahui mencegah terjadinya kurva mirip waktu yang tertutup - yang disebutnya "dugaan perlindungan kronologi" (ChronologyProtection Conjecture).Namun, "dugaan" hanyalah bahasa ilmiah untuk "menebak", dan kita benar-benar tidak tahu apakah perjalanan waktu itu mungkin atau tidak.