jaringberita.com - Mitra dagang strategis Indonesia, yakni china mengalami penurunan kinerja sektor manufakturnya. Di mana, NBS manufacturing PMI China pada bulan Mei merealisasikan angka 48.8 atau lebih rendah dari perkiraan sebelumnya 49.4.
Pengamat Ekonomi Sumatera Utara (Sumut) Gunawan Benjamin mengatakan, kinerja manufaktur China memburuk, lebih rendah dari level 50 sebagai batas besaran indeks manufaktur yang masuk dalam periode ekspansif.
Rilis data dari China yang dipublikasikan pada, Rabu (31/5/2023) membuat kinerja sejumlah bursa di Asia ditransaksikan di zona merah, tanpa terkecuali kinerja IHSG yang ditutup anjlok 0.05% di level 6.633.
"Bahkan IHSG sempat ditransaksikan di bawah level 6.600. Kinerja IHSG yang terpuruk beriringan dengan penurunan kinerja indeks bursa saham di Asia, dimana banyak yang mengalami keterpurukan," ungkapnya.
Padahal, jelas Gunawan, AS telah mencapai kesepakatan terkait dengan kenaikan pagu hutang yang menghindarkan AS dari ancaman default. Akan tetapi, AS sendiri juga masih belum selamat dari ancaman resesi, ditambah China kinerja manufakturnya justru melambat.