Masyarakat Mulai Tinggalkan Uang Kertas Dan Logam


Airlangga Hartarto

jaringberita.com -Transaksi digital terus mengalami kenaikan di Tanah Air. Tahun ini diprediksi mencapai Rp3.429 triliun. Hal ini akan memberikan dampak positif untuk perekonomian.

Pemerintah terus menggenjot pengembangan ekonomi dan keuangan digital. Hal ini sebagai komitmen Pemerintah mewujudkan percepatan digital yang juga menjadi bagian dari realisasi agenda prioritas G20.

Menteri Koordinator Bi­dang Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan, tran­saksi digital di Indonesia diper­kirakan mencapai 220 miliar dolar AS atau Rp 3.429 triliun pada tahun ini.

Ketua Umum Partai Golkar ini mendorong Pemerintah Daerah (Pemda) mendukung percepatan transformasi digital.

Sejauh ini, papar Airlangga, digitalisasi di daerah telah berkontribusi meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) hingga 11,1 persen per tahun.

Airlangga menegaskan, trans­formasi digital akan terus di­geber. Karena Indonesia akan memegang posisi keketuaan ASEAN pada tahun depan. Pemerintah mendorong Digital Economy Framework Agreement disepakati tahun depan.

Dia mengapresiasi kerja sama cross border payment antara bank sentral ASEAN. Sehingga QRIS dapat digunakan di Thai­land, Malaysia, Singapura, dan Filipina.

Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mengungkapkan, banyak masyarakat Indonesia lebih senang melakukan tran­saksi secara digital. Uang kartal yang masih berlaku saat ini, baik uang kertas dan logam mulai ditinggalkan.

Perry menuturkan, pandemi Covid-19 membuat masyarakat Indonesia mulai terbiasa melakukan transaksi secara digi­tal. Transaksi digital melalui handphone meningkat drastis.

Dituturkan, sSemua transaksi dengan handphone naik menjadi Rp 67 ribu triliun. Bahkan, uang elek­tronik mencapai Rp 508 triliun.

Perkembangan transaksi e-commerce di Indonesia, lanjut Perry, juga meningkat sejak pandemi Covid-19. Pertum­buhan transaksi e-commerce diperkirakan akan meningkat Rp 572 triliun.

BImengklaim digitalisasi di Indonesia saat ini tak lepas dari dukungan para stakeholder, mulai dari dukungan Pemerin­tah Daerah, Pemerintah Pusat, hingga otoritas terkait lainnya.

BI mencatat indeks ETP Pemda saat ini telah melesat naik 42 persen. Elektronifikasi transaksi di Pemda ini pun ber­hasil meningkatkan penerimaan pajak daerah.

Elektronifikasi pajak daerah saat ini, menurut catatan BIsudah mencapai 94 persen. Sementara digitalisasi retri­busi daerah baru mencapai 74,7 persen.

Perry mengimbau, seperti dilansir dari RM.id, kepada otoritas di daerah untuk bisa me­naikkan cakupan retribusi daerah lewat digitalisasi. [

Editor
: Matakabar

Tag:

Berita Terkait

Ekonomi

Raja Malaysia Beri Kapolri Gelar Panglima Gagah Pasukan Polis

Ekonomi

Panglima TNI dapat Apresiasi dari Panglima Angkatan Bersenjata Singapura

Ekonomi

Pemerintah Indonesia-Malaysia Jalin Kerja Sama Pengakuan Sertifikat Halal

Ekonomi

Masyarakat Perbatasan RI-Malasyia Serahkan Senjata Rakitan ke Wadan Satgas Yonarmed

Ekonomi

UU Ciptaker Disahkan, Ini Kata Menko Airlangga

Ekonomi

Punya Hubungan dengan Buronan Malaysia, Leonardo DiCaprio Diperiksa FBI