jaringberita.com -Pemerintah mendorong seluruh perusahaan milik negara untuk ikut mengimplementasikan digitalisasi dalam menjalankan bisnisnya.
Transformasi digital diyakini dapat berkontribusi untuk pencapaian aspirasi peta jalan 4.0. Salah satu perusahaan yang terbukti mengimplementasikan digitalisasi adalah PT Bio Farma (Persero).
Perusahaan negara yang bergerak di bidang farmasi tersebut menerima Sertifikat INDI 4.0 pada perhelatan Indonesia 4.0 Conference & Expo 2022 yang diselenggarakan oleh Kementerian Perindustrian.
Kemenperin memberikan nilai 3,00 level 3 dalam percepatan implementasi Industri 4.0 yang mendukung industri inklusi dan berkelanjutan.
Sertifikat diserahkan oleh Kepala Badan Standarisasi dan Kebijakan Jasa Industri (BSKJI) Doddy Rahadi didampingi Deputi Kementerian BUMN Tedi Bharata dan Sekretaris Jenderal Kementerian Perindustrian BUMN Dody Widodo kepada Direktur Transformasi & Digital Bio Farma Soleh Ayubi. Sertifikasi Kemenperin dilakukan BSKJI berkolaborasi dengan Federasi Teknologi Informasi Indonesia (FTII) dan Nagayana Indonesia.
Direktur Transformasi & Digital Bio Farma Soleh Ayubi mengatakan, penghargaan ini masih merupakan titik awal bagi Bio Farma. Ini akan memotivasi untuk lebih canggih dalam mengimplementasikan digitalisasi.
"Karena jika kita berbicara terkait industri 4.0 bahkan ada yang sudah mau masuk 5.0, itu kan dikonsolidasikan seluruh effort, dimonitor secara otomatis bahkan pengambilan keputusan juga semi otomatis,” kata Soleh Ayubi dalam keterangan pers dikutip Jumat (14/10).
Sementara itu, untuk perhelatan besar tahunan Indonesia 4.0 Conference & Expo 2022 ini juga menyajikan teknologi penopang transformasi digital yang digelar secara offline pada 24-25 Agustus di Bidakara Jakarta.
Acara ini digelar sebagai wujud dukungan dalam percepatan implementasi Industri 4.0 yang mendukung industry inklusi dan berkelanjutan. Bio Farma juga turut ambil peran dalam pameran dan konferensi yang menampilkan lebih dari 850 produk dan solusi teknologi terkini serta informasi terkait industri 4.0 tersebut.
Dilansir RM.id, tujuan Bio Farma turut berpartisipasi dalam exhibition ini, salah satunya yaitu ingin menyampaikan success story Sistem Manajemen Distribusi Vaksin (SMDV).
"Saat kami mendistribusikan vaksin Covid-19, kami berhasil menggunakan teknologi Internet of Thing (IoT), sensor, kemudian juga tracking melalui Track and Trace untuk memastikan pengelolaan distribusi vaksin bisa berjalan lancar," tuturnya.
Yang paling penting adalah bisa menjamin bahwa seluruh dosis yang kami kirimkan terjaga kualitasnya. "Lebih dari 460 juta dosis yang dikirimkan terjamin kualitasnya," tuturnya.
Bio Farma turut berpartisi dalam pameran ini dengan memperkenalan dua kategori inovasi terbaru yaitu kategori produk Business to Business yang terdiri dari SMDV dan Q100+.
Q100+ merupakan digitalisasi di ranah manufaktur untuk menjaga integritas data meliputi ruang lingkup produksi, Quality Control (QC) dan Quality Assurance (QA).
Selain Q100+, juga ada Medbi, yang merupakan platform yang mempertemukan supply dan demand untuk produk farmasi sehingga platform ini sebagai marketplace yang menghubungkan retailer atau pelayanan kesehatan kepada distributor resmi sehingga produk yang didapatkan terjamin keasliannya.
Sementara kategori Business to Consumer yaitu Medevo, yang merupakan aplikasi telemedicine dengan fitur patient to doctor, doctor to doctor dan ada juga filter e-learning bagi dokter.
Tak sampai di situ, ada juga Medwell, aplikasi yang mengingatkan orang agar terhindar dari penyakit dengan memberikan notifikasi kepada pengguna mulai dari status kesehatan, pengingat minum obat, exercise dan istirahat yang cukup.
Semua aplikasi ini akan masuk ke fitur super apps yang Bernama Mediverse (Medical Universe) yang akan menghubungkan pasien online ke klinik online maupun offline, memiliki jejaring klinik, lab dan rumah sakit yang tersebar di seluruh Indonesia.
Menteri Perindustrian, diwakili Sekretaris Jenderal Kemenperin, Dody Widodo dalam sambutannya menyampaikan bahwa telah dilakukan penandatangan MOU antara Menteri Perindustrian dan Menteri BUMN tentang pelaksanaan Asesmen Indonesia Industri 4.0 Readiness Index (INDI 4.0).
Penandatangan MOU tersebut merupakan wujud komitmen kuat pemerintah dalam melakukan akselerasi peta jalan making Indonesia 4.0.
Sinergi dan kolaborasi antara Kementerian perindustrian dan Kementerian BUMN dalam mendukung pelaksanaan transformasi digital di perusahaan BUMN diyakini dapat mempercepat pencapaian aspirasi peta jalan 4.0. Indonesia diharapkan menjadi negara dengan kekuatan ekonomi 10 besar di tahun 2030