jaringberita.com -Pemerintah mengebut penggabungan 103 hotel BUMN di bawah nauangan Holding BUMN PT Aviasi Pariwisata Indonesia (Persero) atau InJourney. Langkah ini diyakini bakal membuat perusahaan pelat merah sektor pariwisata tersebut semakin efisien dan berdaya saing.
Sekretaris Jenderal Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Maulana Yusran meyakini, penyatuan hotel-hotel milik BUMN dapat mendorong terjadinya peningkatan kinerja dan volume bisnis perusahaan-perusahaan di bawah naungan BUMN.
“Tak hanya itu, efisiensi juga bisa terjadi dalam pengelolaannya. Lalu, persaingan (kami) di swasta juga menjadi semakin efektif. Karena sebelumnya, BUMN yang bermain di sektor tersebut sudah terlalu banyak,” ujar Maulana.
Ia menuturkan, saat ini industri pariwisata tengah mengalami perbaikan pasca Covid-19. Sehingga dia berharap, berjalannya Holding Hotel dan Pariwisata BUMN, bisa memperluas peluang di kedua sektor tersebut.
Terpisah, Anggota Komisi VI DPR Rudi Hartono Bangun menilai, langkah penyatuan hotel akan berdampak positif terhadap kinerja BUMN.
Menurut Rudi, BUMN sudah seharusnya bisa menciptakan nilai tambah bagi masyarakat dan menjadi trigger bagi kebangkitan ekonomi masyarakat.
“Bisa dikatakan Holding BUMN yang dibentuk saat kepemimpinan Erick menjadi salah satu motor penggerak ekonomi kita,” kata Rudi.