jaringberita.com -Dari keluhan sejumlah pedagang di 5 pasar tradisional di kota medan, dan beberapa pedagang di deli serdang termasuk kedai “sampah”.
Banyak yang mengeluhkan bahwa sekalipun harga sejumlah kebutuhan pangan masyarakat bergerak turun, akan tetapi dibarengi dengan sepinya pembeli. Sepi disini dalam konteks volume atau kuantitas barang yang dibeli.
Sementara itu, observasi yang saya lakukan pada bulan November dan Desember ke petani. Banyak petani khususnya petani cabai yang mulai bercocok tanam dengan menaruh harapan akan ada kenaikan harga, karena permintaan tinggi di bulan ramadhan hingga idul fitri. Pola tanam serentak seperti itu telah memicu terjadinya peningkatan stok yang membuat cabai dijual di kisaran 18 ribu per Kg.
Padahal, idealnya harga yang bisa mengcover biaya tanam dan memberikan keuntungan bagi petani cabai adalah 25 ribu lebih di tingkat pedagang pengecer. Jadi harga cabai sekarang ini benar-benar merugikan petani, karena bisa saja petani mendapatkan harga 10 ribu atau dibawahnya pada saat ini. Kerugian yang sama juga dialami oleh peternak ayam.