jaringberita.com -Pemerintah memasang kuda-kuda sebagai upaya antisipasi terus memburuknya perekonomian dunia. Salah satunya, meningkatkan pengawasan untuk memastikan semua program Pemerintah berjalan mulus.
Pemerintah tengah melakukan monitoring dan evaluasi capaian kinerja atas berbagai program prioritas.
“Dengan evaluasi kinerja menyeluruh, berbagai pembenahan secara komprehensif dapat dilakukan untuk mendapatkan solusi terbaik dari berbagai tantangan yang ada,” kata Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam keterangannya, kemarin.
Airlangga menegaskan, kinerja impresif perekonomian Indonesia akan terus dipertahankan sepanjang tahun ini. Apalagi, didukung oleh faktor eksternal yang masih cukup aman. Sehingga Indonesia tidak termasuk ke dalam negara yang rentan terhadap masalah keuangan.
Indonesia saat ini masih menjadi negara dengan pertumbuhan tertinggi kedua di antara negara-negara G20, setelah Saudi Arabia.
“Memiliki domestic market yang cukup kuat, perekonomian Indonesia relatif aman dari sisi internal. Dan diprediksi di tahun depan pertumbuhan ekonomi berada diantara 4,8 persen–5,2 persen,” lanjut Airlangga.
Kemenko Perekonomian, terang Airlangga, telah menyelenggarakan kegiatan Leaders’ Offsite Meeting (LOM) Triwulan III-2022 di Semarang, Jawa Tengah pada 13 -14 Oktober 2022.
Kegiatan yang dipimpin langsung oleh Airlangga tersebut diselenggarakan untuk mengetahui sejauh mana tingkat keberhasilan kebijakan atau program yang telah diambil Kemenko Perekonomian.
Penyelenggaraan LOM diikuti oleh seluruh Pejabat Eselon I, Staf Khusus, Tim Asistensi, Tim Ahli, dan Pejabat Eselon IIKemenko Perekonomian.
“Dalam kesempatan tersebut, setiap unit kerja diminta untuk memaparkan seluruh capaian program, isu strategis, dan rencana kerja,” kata Airlangga.
Dalam kesempatan itu, Ketua Umum Partai Golkar ini juga memberikan masukan dan arahan secara langsung. Dan, menginstruksikan agar setiap unit kerja dapat mengembangkan kinerja dengan sinergi yang lebih baik dan sesuai dengan yang diharapkan.
Beragam isu strategis menjadi topik pembahasan yang dibawa ke dalam rapat ini. Antara lain, update tentang pertemuan Sherpa G20, persiapan G20 Concrete Deliverables, persiapan Leaders’ Declaration, persiapan menuju ASEAN Summit, Proyek Strategis Nasional, pengendalian inflasi, Kredit Usaha Rakyat (KUR), vaksinasi, stabilisasi harga pangan, neraca komoditas, serta Program Kartu Prakerja.
Dalam penyelenggaraan LOM tahun ini juga dilakukan peninjauan kesiapan mega proyek pembangunan Kawasan Industri Terpadu (KIT) Batang di Kabupaten Batang, Jawa Tengah.
Sementara itu, Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Mahendra Siregar mengungkapkan, kondisi perekonomian global terus menunjukkan pemburukan. Karena itu, meski perekonomian Indonesia sudah pulih dan tetap tumbuh positif, langkah antisipasi harus tetap dilakukan.
“Kalau untuk industri dan sektor jasa keuangan, biasa dikenal dengan isitilah stress test. Dan hal itu harus dilakukan dengan segera agar kita memahami, menghitung, mengkalkulasi seluruh risiko,”ujar Mahendra dalam sambutannya pada pembukaan Capital Market Summit & Expo 2022, Kamis (13/10).
Langkah antisipatif ini, tambahnya, menempatkan perekonomian Indonesia termasuk di dalamnya industri jasa keuangan, menjadi lebih siap dan siaga terhadap kemungkinan-kemungkinan dan risiko transmisi yang akan terjadi dalam konteks pemburukan ekonomi global.
Menurut Mahendra, walaupun pandemi Covid-19 masih perlu terus diwaspadai, tetapi kondisi perekonomian Indonesia bisa dikatakan sudah pulih sepenuhnya dari kondisi pandemi yang terjadi sejak 2020.
Menurutnya, Indonesia telah berhasil melampaui kondisi berat pandemi. Dan, bahkan sejak kuartal kedua tahun ini tingkat Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia sudah pulih ke tingkat pra pandemi.
Dia menuturkan, seperti dilansir dari RM.id, ekonomi Indonesia diramalkan masih akan tetap tumbuh positif ke depannya.
“Tidak ada perkiraan ataupun ramalan yang menunjukkan bahwa perekonomian Indonesia akan turun pertumbuhannya lebih kecil dari yang diperkirakan sebelumnya, yaitu 5 persen atau lebih,” ujarnya.
Mahendra menambahkan, sejalan dengan pemulihan ekonomi domestik pasca pandemi, kondisi sektor jasa keuangan baik perbankan, pasar modal maupun sektor keuangan non bank, juga sudah pulih dan dalam kondisi yang jauh lebih sehat.
“Siap untuk menjaga dan mengawal kelanjutan pertumbuhan ekonomi Indonesia,” pungkasnya.