jaringberita.com -Bapak-bapak di Perumahan Vidya Indah, Kelurahan Lingkar Selatan, Kecamatan Paal Merah,
Kota Jambi akhirnya bisa mengaji Alquran berkat anggota Bidang Propam Polda Jambi, Aiptu Nana Sumarna.
Salah satu murid Nana yakni Sri Warno (65) mengaku tidak malu dirinya baru bisa lancar baca Qur'an sejak 2015 lalu. "Saya malu hanya kepada Allah belum bisa baca Alquran, biarpun orang anggap sudah tua baru belajar ngaji, saya justru bangga," ucapnya.
Warno mengatakan dirinya bersama sembilan bapak-bapak di perumahan ini mengaji setiap hari setelah shalat subuh. Awalnya belajar mengenal huruf Hijaiyah dan membaca iqra. Setelah itu mengaji Qur'an. "Kamu juga menghafal surat-surat, supaya ketika shalat jamaah bisa menjadi imam shalat," kata Warno.
Menurutnya sosok sang guru ngaji yakni Aiptu Nana Sumarna seorang yang rajin, meskipun sibuk menjadi anggota polisi. "Dia benar-benar mau ngajarin, yang penting orang itu mau belajar," ucapnya
Selain mengajarkan ngaji di masjid depan rumah Nana Sumarna, pria kelahiran Sumedang Jawa Barat ini juga mendirikan Lembaga Pendidikan Qur'an (LPQ) Bahrul Ulum di kediamannya. Sebanyak 30 anak-anak memenuhi ruang tamu hingga teras depan rumah. Selain diajarkan membaca dan menghafal Qur'an, mereka juga diajarkan cara-cara shalat yang benar.
Salah satu pemuda yang sering membantu Aiptu Nana Sumarna, Ade Rizki mengatakan untuk anak-anak dulunya belajar mengaji di masjid. Tetapi, aktivitas mengganggu orang yang tengah beribadah shalat.
"Jadi sama Pak Nana dipindahkan ke rumah, kalau di masjid, anak-anak suka lari-larian. Setiap Senin dan Kamis malam mereka belajar ngaji ," ucap Rizki.
Sejak diajarkan oleh Aiptu Nana Sumarna, beberapa anak sudah bisa menghafal beberapa juz. "Jadi diajarkan hafiz quran. Anak-anak di sini belajar hafalan sampai benar-benar tidak ada yang salah dalam bacaannya," ucapnya
Sementara, Aiptu Nana bisa mendapatkan ilmu untuk mengajarkan mengaji yakni ketika muda. Ia belajar di Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah di Sumedang. Selain itu juga mondok di pesantren wilayah Kuningan, Jawa Barat.
Tadinya ia bercita-cita untuk menjadi guru di madrasah ibtidaiyah, namun rejeki Nana berada di Polri. "Saya tes polisi tahun 2000-an lah karena berapa kali gugur. Akhirnya tahun 2000 lolos, pendidikan di Cimahi. Habis itu Januari 2001 penempatan langsung di Polda Jambi sampai sekarang," ucapnya.
Pria bertubuh gempal ini memang telah dikenal oleh anggota di Polda Jambi sering ikut kegiatan sosial dan juga keagamaan. Bahkan sering menjadi khatib shalat Jumat di masjid-masjid yang ada di Kota Jambi.
"Karena sebagaimana yang kita ketahui orang yang paling bahagia itu orang yang bermanfaat untuk orang lain. Jadi apa yang ada di diri kita sekecil apapun itu, kalau bisa orang itu ambil manfaatnya," tandasnya.
Dirinya sebenarnya sudah beberapakali membuka lembaga pendidikan quran sejak di Sumedang, Jawa Barat sampai saat ini di Kota Jambi. Semua murid yang belajar, sambungnya tidak dipungut biaya alias gratis
"Sejak ke sini ya 2005-2006 saya buka. muridnya kalau di daftar absen sampai 60, tapi kan fluktuasi. Kia tidak ada sistem formal, gratis, siapa saja yang mau sukarela, termasuk orang-orang tuanya juga," ujarnya.
Menurutnya yang membuat anak-anak termotivasi untuk belajar mengaji di LPQ Bahrul Ulum adalah cepat bisa. Nana menegaskan, jika ada kemauan dengan sembilan kali pertemuan, mereka bisa membaca Alquran.
Ia berujar, bahwa sangat tidak mudah mengajarkan ngaji kepada bapak-bapak. Pasalnya, daya ingat tidak seperti anak-anak. Akan tetapi kata Nana, dengan sedikit kultum, mereka akhirnya memiliki kemauan untuk belajar.
"Kami selalu ada kultum, kita sampaikan keutamaan baca Alquran, shalat. bukan hanya kita ajak baca Alquran, kita ajak shalat dan sedekah. Alhamdulillah di sini perlu apa saja kadang uang kas masjid nggak terpakai," pungkasnya.
Nana menegaskan dalam kegiatan keagamaan baik menjadi seorang khatib dan guru ngaji, dirinya selalu membawa nilai-nilai kepolisian. Dia menegaskan bahwa tugas Polri yakni menjaga keselamatan jiwa raga dan harta benda.
Dalam menjaga harta benda, tugas polisi yakni dengan melakukan patroli dan menjaga keamanan lalulintas. "Tapi bagaimana menjaga jiwa?, menjaga jiwa itu supaya masyarakat tenang. Penjabaran tenang adalah ketika masyarakat mengamalkan agama dengan baik dan benar. Di situlah sebetulnya tugas polisi," kata Nana.