Dari Kafe ke Dapur Rekaman, Ibnu Wildan Ramaikan Industri Musik dengan Album 'Perayaan Patah Hati '

Yudha Marhaena S
jaringberita.com -Penyanyi pendatang baru, Ibnu Wildan Arsalan, siap meramaikan belantika musik Tanah Air. Wildan tengah mempersiapkan album perdana bertajuk Perayaan Patah Hati.

Keputusan pria berambut gondrong untuk merilis karya sendiri bukan tanpa alasan. Sebagai penyanyi yang sering tampil di kafe, Wildan merasa memiliki beban moral untuk melahirkan karya nyata ketimbang sekadar membawakan lagu orang lain.

"Kalau kata bapak saya, seniman itu berarti harus punya karya. Banyak teman musisi kafe yang sudah di zona nyaman, tapi menurut saya, kalau kita berpikiran kayak gitu, kita menghilangkan sisi kita sebagai seniman," ujar Ibnu Wildan saat ditemui di kawasan Jakarta baru-baru ini.

Keinginan kuat Wildan ini pun disambut baik oleh produser sekaligus penulis lagu, Rahmat Hidayat. Keduanya berkolaborasi meramu 10 lagu yang akan mengisi album tersebut dengan benang merah perasaan patah hati yang mendalam.

Menariknya, judul album Perayaan Patah Hati sendiri diketahui identik dengan album milik band For Revenge yang sudah lebih dulu meledak di pasaran. Menanggapi hal tersebut, pihak manajemen mengaku tidak khawatir dianggap meniru.

"Kita mengambil tagline-nya. Maknanya adalah merayakan patah hati itu sendiri. Kita juga melihat judul ini dipakai di beberapa film. Kenapa menarik? Karena 10 lagu kita memang mengarah ke sana, tapi bukan cuma soal pasangan, ada juga tentang kehilangan kakak atau suami," jelas Rahmat Hidayat.

Secara musikalitas, Wildan membawa warna pop rock yang variatif. Ia mengaku terinspirasi dari band legendaris asal Jepang, L'Arc-en-Ciel, dalam menyusun komposisi musiknya yang dinamis.

"Saya terinspirasi L'Arc-en-Ciel. Kalau mereka bikin album itu nggak melulu rock. Nanti di album Perayaan Patah Hati ada unsur EDM-nya, ada punk rock-nya juga, tapi benang merahnya tetap pop rock," tutur Wildan.

Sebagai pemanasan, Wildan menyiapkan double single bertajuk Jangan Patahkan Lagi dan Palung Jiwa. Lewat survei awal di media sosial, lagu Jangan Patahkan Lagi ternyata paling banyak mencuri perhatian karena liriknya yang dianggap sangat relatable dengan pengalaman banyak orang.

"Target pertama, karya ini bisa diterima dulu. Target kedua, saya ingin tampil secara visual di festival-festival besar seperti Synchronize atau Lalala Fest," pungkasnya.

Penulis
: Yudha Marhaena S
Editor
: Yudha Marhaena

Tag:

Berita Terkait