jaringberita.com - Dia juga menjelaskan, pihaknya menargetkan tahun depan mengumpulkan Rp2,1 triliun zakat. Tanda-tanda peningkatan penerimaan zakat di Baznas, menurutnya sudah terlihat di awal tahun ini.
“Bersama Pak Gubernur kita targetkan Rp2,1 triliun dan di awal tahun ini peningkatannya signifikan 28% untuk triwulan I, mungkin karena Ramadan, tetapi kita harus terus seperti ini,” katanya.
Sementara itu Edy Rahmayadi mengatakan, potensi zakat Sumut mencapai Rp8,1 triliun, namun saat ini masih di angka Rp22 miliar tahun lalu. Sebelumnya, malah zakat Sumut hanya berada di angka Rp3 miliar dan terus berangsur naik saat Edy Rahmayadi menjabat.
“Pertama saya jadi Gubernur hanya Rp3 M, naik terus sampai sekarang, tetapi masih jauh dari Rp8 triliun, di mana semua muzaki Sumut?,” katanya.
Zakat ini, menurut Edy harusnya bisa membantu perputaran uang di Provinsi Sumut, apalagi pascapandemi Covid-19. Dalam satu bulan perputaran uang di Sumut seharusnya Rp2,2 triliun, tetapi saat ini hanya mencapai Rp1,1 triliun.
“Banyak sekali selisihnya, makanya rakyat kita masih banyak yang kesulitan, dari zakat inilah harusnya kita bisa membantu defisitnya, tetapi saat ini belum bisa,” jelasnya.