jaringberita.com:Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Medan melaksanakan Rapat Koordinasi Pemuktahiran Daftar Pemilih Berkelanjutan (PDPB) periode triwulan III bulan September 2022, bertempat di LePolonia Hotel & Convention, Jumat (30/9).
Plh Ketua KPU Kota Medan, Zefrizal mengatakan, Rakor PDPB yang dilaksanakan mengacuh pada Peraturan KPU RI Nomor 6 Tahun 2021 tentang pemutakhiran data pemilih berkelanjutan. Dimana KPU kabupaten/kota diamanatkan untuk melakukan kegiatan PDPB setiap bulannya dan menetapkannya melalui rapat pleno rekapitulasi PDPB, serta melaksanakan rapat koordinasi PDPB setiap tiga bulan sekali dengan melibatkan forum komunikasi ditingkat Kota Medan.
“Rapat koordinasi hari ini bukan lah yang pertama kita lakukan selama tahapan PDPB ini berlangsung. Kami Tau bapak/ibu yang hadir hari ini memiliki tanggung jawab dan pekerjaan yang sudah cukup padat, namun kami berharap bapak/ibu masih mau terus mendukung seluruh kegiatan KPU Kota Medan. Salah satunya dengan menghadiri rakor ini secara rutin setiap tiga bulan sekali. Karena menjaga kualitas data pemilih harus sama-sama kita lakukan,” ujarnya.
Dalam Rakor tersebut, selain menerima masukan dan saran untuk meningkatkan kualitas data pemilih. KPU Kota Medan juga menetapkan rekapitulasi PDPB untuk bulan September sebanyak 1.571.296 pemilih. Dengan rincian, pemilih laki-laki berjumlah 766.707 orang dan pemilih perempuan 804.591 orang yang tersebar di 21 kecamatan, 151 kelurahan dan 4.303 tempat pemungutan suara (TPS) yang ada di Kota Medan.
Anggota KPU Kota Medan Divisi Perencanaan, Data dan Informasi, Nana Miranti mengatakan jumlah data pemilih di bulan September ini mengalami pengurangan jika dibandingkan dengan jumlah pemilih PDPD di bulan Agustus lalu sebanyak 1.610.325. Hal ini disebabkan karena ada penambahan Pemilih baru sebanyak 11.337 Orang dan pencoretan pemilih yang tidak memenuhi syarat (TMS) sebanyak 50.364 orang.
“Pemilih baru dan pemilih yg di TMS kan ini sumbernya ada dari tanggapan masyarakat langsung dan ada data yang diturunkan KPU RI hasil dari data singkronisasi PDPB semester ke II dan data Kemendagri. Sehingga jumlahnya cukup besar,” terangnya.