jaringberita.com -Parlaungan Silalahi, Penasehat Hukum (PH) korban asusila siswi SMK di Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), mengaku tak gentar dengan teror pembunuhan.
Parlaungan mengungkapkan, teror atau ancaman pembunuhan itu tidak pernah menyurutkan langkahnya membantu korban dalam mencari keadilan hukum.
"Ancaman pembunuhan ditujukan atas nama saya, melalui beberapa bukti jejak digital, setelah saya menjadi PH dari siswi SMK. Saya tidak gentar, dalam waktu dekat, saya tempuh jalur hukum," kata Parlaungan, Rabu (07/06/2023) dilansir mtc.