Jampi dan Mahasiswa Lakukan Diskusi Publik, Ini Tanggapan Kapolres Asahan


Istimewa

jaringberita.com - Diskusi publik Jaringan Masyarakat Pemantau Kepolisian (Jampi) diapresiasi Kapolres Asahan, AKBP Roman Smaradhana Elhaj.

Apresiasi tersebut disampaikannya dihadapan sejumlah elemen mahasiswa Kabupaten Asahan ketika didaulat memberi sambutan pada Fokus Group Discussion (FGD) bertemakan 'Antara Penegakan Hukum dan Viralisasi dalam Menjalankan Tugas untuk Menciptakan Marwah dan Meningkatkan Kepercayaan Publik kepada Polri' di Kota Kisaran, Sabtu (8/10/2022).

"Pertama, saya sangat mengapresiasi Jampi yang menginisiasi FGD ini. Momentumnya tepat. Karena sebelumnya saya bersama elemen mahasiswa di Asahan berencana akan membuat kegiatan seperti ini," ujar Roman.

Lebih lanjut dijelaskan Roman, kegiatan sangat penting dilaksanakan. Terlebih Polri beberapa bulan lalu dalam kondisi yang kurang baik citranya.

"Maka dari itu, saya selaku Kapolres Asahan menyatakan kegiatan ini sangat penting. Terlebih lagi dalam rangka pelaksanaan tugas pokok dan fungsi utama Polri, diantaranya melakukan penegakan hukum, jaga Harkamtibmas serta melindungi dan melayani masyarakat," jelasnya.

Namun, sebut Roman, jika ada laporan yang belum diproses dengan baik, bukan berarti pihaknya mengabaikan laporan masyarakat. Karena, di sisi lain, Polres Asahan juga kekurangan sumberdaya.

"Personel Polres Asahan berjumlah 691 orang termasuk Aparatur Sipil Negara (ASN). 640 di antaranya anggota Polri. Dari jumlah itu, penyidik hanya 32 orang," sebutnya.

Tapi, ungkapnya, itulah tugas dan tanggung jawab kepolisian. "Inilah momentum saya menyampaikan kekurangan kami. Namun, apapun ceritanya, inilah kami dengan segala kekurangan. Tetapi, kami siap melindungi," ungkapnya.

Namun demikian, kata Roman, diharapkan lahir problem solving dari kegiatan FGD ini. "Karena itu, mari sama-sama kita menciptakan suasana yang kondusif di Asahan sehingga apa yang kita cita-citakan bersama untuk Kabupaten Asahan dapat terwujudkan," pungkasnya.

Sementara itu, Anggota Dewan Kehormatan Kongres Advokat Indonesia Sumatera Utara, Zakaria Rambe dalam paparannya mengatakan tugas Polisi di era digital saat ini semakin berdinamika.

"No viral no justice. Ini sangat mengganggu bagi institusi kepolisian. Namun kami menganggap ini suatu vitamin atau suplemen bagi kepolisian, seperti yang diungkapkan Kapolri, Jendral Listyo Sigit Prabowo dalam berbagai kesempatan," kata Zakaria.

Walaupun sesungguhnya, ungkapnya, tanpa viral, polisi sudah bekerja karena Standard Operasional Prosedur (SOP) mengenai hal itu telah diatur.

"Namun, idealnya, 1 orang polisi itu untuk 600 orang. Namun di Indonesia, 1 polisi untuk 2.000 orang," ungkap pimpinan di Law Firm Zakaria Rambe & Patner ini.

Karena itu, kata Zakaria, bisa membayangkan apa yang terjadi andai tak ada polisi dalam sehari saja.

Penulis
: Rel
Editor
: Nata

Tag:

Berita Terkait

Berita Sumut

Kadiv Humas Polri Ajak Mahasiswa USU Tak Pernah Berhenti Belajar

Berita Sumut

Bupati Bersama Wakil Bupati Hadiri Peringatan HUT Bhayangkara Ke 79

Berita Sumut

Kolaborasi TNI dan Mahasiswa: Bersama Membangun Masa Depan Bangsa

Berita Sumut

Kapolri Ajak Mahasiswa Jaga Persatuan hingga Dukung Program Pemerintah

Berita Sumut

Mahasiswa Desak Prabowo Wujudkan IKN: Simbol Pemerataan Ekonomi Indonesia

Berita Sumut

Transisi Kepemimpinan Jokowi ke Prabowo Dinilai Beri Contoh Baik kepada Generasi Muda