Harga Beras Terus Alami Kenaikan, Harga Sayuran Turun


Harga beras naik ilustrasi
jaringberita.com -Di sejumlah tempat di Kota Medan, Sumatera Utara (Sumut), harga sayur mayur mengalami penurunan, setelah Desember 2022 lalu menanjak naik.

Terpantau di lapangan, harga kacang panjang yang sempat 30 ribuan per Kg, saat ini dijual dikisaran 15 ribuan per Kg.

Sawi manis yang sempat 15 ribuan per Kg, saat ini dijual 3 ribuan per Kg. Bayam yang sempat menyentuh 7 ribu hingga 8 ribu per ikat, saat ini dijual dikisaran 4 ribu per ikat nya.

Sedangkan kangkung yang sempat 4 ribu per ikat, menjadi 2 ribuan per ikat saat ini.

Rimbang atau cepokak yang sempat 30 ribu per Kg, saat ini dijual dikisaran 20 ribuan per Kg.

Sementara tomat yang sempat menyentuh 15 ribu per Kg menjadi 10 ribuan per Kg. dan banyak lagi harga sayur sayuran yang mengalami penurunan.

Kecuali terong yang justru naik dalam rentang 18 ke 20 per Kg, dari posisi sebelumnya dikisaran 7 ribuan per Kg.

Namun dibalik turunya harga sayuran, justru harga cabai merah yang saat ini bertengger dikisaran 35 ribuan per Kg dsn cabai rawit yang masih ada dikisaran 50 ribuan per Kg.

Cabai masih akan berpotensi menyumbang inflasi di bulan januari. Sekalipun pertamina telah menurunkan harga BBM non subsidi di bulan ini.

Salah satu yang menjadi pemberat inflasi di bulan januari adalah kenaikan harga beras yang secara konsisten masih naik di bulan ini.

Pada hari ini saja harga bebeapa jenis beras mengalami kenaikan. Khususnya untuk beras medium dan super.

Kabar terkini dari kilang di deli serdang, ada yang menaikkan 5% dari harga sebelumnya (kemarin).

Bahkan kalau ditarik harganya sejak November dan sember tahun lalu, harga beras ada yang mengalami kenaikan 14%. Kenaikan harga beras ini akan menjadi beban yang besar bagi pengendalian harga di buan januari.

Untuk meredam harga beras ini peran BULOG harus diperkuat untuk menekan harga.

Sejumlah kabar terkait stok beras menipis atau kendala impor beras yang dihadapi BULOG, justru bisa memperburuk harga beras itu sendiri.

Pengamat Ekonomi Sumut, Gunawan Benjamin, Jumat (13/1/2023) mengatakan, kalau kenaikan harga beras ini dengan jelas menunjukan bahwa saat ini sangat membutuhkan intervensi harga dari BULOG.

Karena sekalipun stok beras pada dasarnya cukup mengacu kepada data BPS, namun harga yang naik di pasar memberikan gambaran bahwa stok yang cukup, tidak menjamin harga yang terkendali.


Tag:

Berita Terkait

Berita Sumut

PLN UIP3B Sumatera-Kejati Sumut Bangun Kolaborasi Strategis untuk Keberlanjutan Energi dan Pengamanan Aset

Berita Sumut

PKS Gelar Muscab VI Serentak se-Kota Medan Dapil 4, Semangat Melayani Rakyat

Berita Sumut

Bobby Nasution Harap Polda Sumut Terus Tingkatkan Pelayanan ke Masyarakat

Berita Sumut

Masyarakat Medan Hidup Harmonis Dalam Keberagaman

Berita Sumut

Rico Waas : Ikhtiar Dalam Mempromosikan Kuliner Halal, Aman dan Sehat

Berita Sumut

Polisi Ungkap Pabrik Liquid Vape di Apartemen Lexing Ton