jaringberita.com - Untuk mencegah terjadinya peningkatan temuan kasus dan drop out pengobatan pasien TB Paru,
Puskesmas Teladan melaksanakan program Jemput Bola Kader (Bolader) TB (Tuberkulosis).
Kepala UPT Puskesmas Teladan dr Kus Puji Astuti menjelaskan, program ini mulai hadir sejak Maret 2019. Lewat program ini, ditargetkan penemuan kasus baru di tahun 2023 sebanyak 251 orang.
Adapun upaya yang dilakukan agar program Bolader TB berjalan optimal, jelas Puji, Puskesmas Teladan melakukan sejumlah langkah di antaranya melakukan pelatihan dan pembinaan kader TB agar dapat menjalankan tugasnya dengan baik.
“Tugas dari kader TB adalah mendampingi pasien melakukan pemeriksaan di puskesmas. Lalu, jemput bola dengan melakukan kunjungan ke rumah penderita TB untuk mengingatkan pasien agar teratur minum obat. Serta jemput bola untuk investigasi kontak agar anggota keluarga penderita TB bersedia memeriksakan diri ke puskesmas,” katanya melansir laman Pemko, Selasa (6/6/2023).
Di samping itu, lanjutnya, mengalokasikan anggaran untuk biaya transportasi kader TB menggunakan dana Bantuan Operasional Kesehatan (BOK). Kemudian, melakukan koordinasi dengan kecamatan dan kelurahan.
"Serta, melakukan koordinasi dengan jejaring layanan TB di wilayah kerja Puskesmas Teladan,” imbuhnya.