Kritik hasil Munas, Relawan Ganjar Pranowo Siap Melawan Jokowi


Immanuel Ebenezer.

jaringberita.com -Relawan Ganjar Pranowo (GP) Mania mengaku heran dengan hasil Musyawarah Rakyat (Musra) perdana, yang menyebutkan Presiden Joko Widodo difavoritkan sebagai calon presiden pada Pilpres 2024.

Ini bertentangan dengan keinginan mayoritas yang menolak jabatan presiden tiga periode. Ditambah lagi, jagoannya, Ganjar hanya ada di urutan ketiga.

“Wah makin aneh dan melenceng. Narasi tiga periode ini jelas menjerumuskan Jokowi, dan tentu rakyat Indonesia,” kecam Immanuel Ebenezer seperti dilansir RM.id.

Pria yang akrab disapa Noel itu juga menyindir, rencana awal hasil Musra yang katanya tidak akan diumumkan. “Tidak konsisten. Hasilnya mengganggu konsolidasi demokrasi. Untungnya kami GP Mania dan Jokowi Mania, tidak terlibat Musra,” tegasnya.

Narasi tiga periode ini, amat berbahaya. Noel kembali menyinggung pekikan Jokowi tiga periode yang diteriakkan relawan di acara Musra yang digelar di Bandung, Jawa Barat, Minggu (28/8) tersebut. Menurutnya, usulan tiga periode ini seperti hantu yang bangkit dari kubur.

“Memang demokrasi membolehkan orang bicara dan usul apa saja. Tiga periode itu candu dan produk haram demokrasi,” tegas Noel.

Dia mengimbau relawan yang tergabung dalam Musra untuk tidak memengaruhi Jokowi berubah pikiran. Dia melihat, Jokowi gamang dan bersayap saat menjawab usulan tiga periode karena dibisikan relawan. Baginya, pembatasan periode berkuasa adalah dosis agar tak menuju negara otoriter. “Saya dulu sampai sekarang pendukung Jokowi. Tapi kalau sudah menyalahi konstitusi, kami akan lawan siapa pun yang menghancurkan cita-cita reformasi,” tegasnya.

Noel juga mencium narasi tiga periode ini untuk menjegal capres yang punya elektabilitas tinggi. Seperti jagoannya, Ganjar Pranowo. Apalagi sebelumnya, Jokowi bilang tokoh elektabilitas tinggi tak menjamin menjadi Presiden. Padahal, publik tentu ingat, mantan Walikota Solo itu dua kali menjadi Presiden karena elektabilitasnya tinggi.

“Pak Jokowi harus ingat itu. Beliau ini presiden produk elektabilitas tinggi dalam survei. Benar bahwa yang mencalonkan partai politik, tapi tentu elektabilitas tinggi adalah basis dari dari popularitas dan kinerja optimal,” katanya.

Sementara itu, CEO & Direktur Eksekutif Politika Research & Consulting (PRC) Rio Prayogo menilai, jawaban Jokowi yang ngambang soal tiga periode tak lepas dari asal dan karakter kepemimpinan njawani Jokowi yang terbiasa gaya berkomunikasi dengan bahasa bersayap.

Tetapi, Rio menyakini Jokowi akan cukup dua periode. Seperti yang telah ditegaskan mantan Gubernur DKI itu sebelumnya. Menurutnya, narasi tiga periode ini akan terus mengemuka selama ada ketidakpastian dukungan Jokowi terhadap nama capres. Namun, untuk menjegal capres yang elektabilitas tinggi sangat kecil kemungkinannya.

“Jokowi hanya menggertak atau kirim sinyal. Sebab, bagaimanapun, Jokowi juga aktor politik yang berkepentingan pada 2024. Paling tidak, Jokowi ingin proyek prestisius seperti Ibu Kota Negara (IKN) diteruskan presiden berikutnya,” kata Rio kepada Rakyat Merdeka, kemarin.

Diketahui, Musra relawan Pro Jokowi perdana menyatakan, dari total 5.721 peserta Musra, Jokowi dipilih 1.704 orang atau 29,79 persen. Di bawah Jokowi ada Sandiaga Uno (16,92 persen), Ganjar Pranowo (16,10 persen), Prabowo Subianto (11,20 persen), Anies Baswedan (9,02 persen), Ridwan Kamil (5,17 persen), Puan Maharani (4,16 persen), Dedi Mulyadi (2,87 persen), Moeldoko (2,57 persen), Andika Perkasa (1,42 persen), dan lainnya (0,89 persen).

Di Musra ini juga dipilih bakal cawapres. Hasilnya, Ridwan Kamil nangkring di posisi teratas dengan 38,89 persen. Di bawahnya ada Airlangga Hartarto (13,25 persen), Erick Thohir (12,81 persen), Arsjad Rasjid (10,33 persen), Puan Maharani (9,49 persen), Anies Baswedan (4,88 persen), Sandiaga Uno (4,06 persen), Ganjar Pranowo (2,76 persen), Moeldoko 1,54 persen, Dedi Mulyadi (0,75 persen), Agus Harimurti Yudhoyono (0,68 persen).

Penulis
: RM
Editor
: Dedi

Tag:

Berita Terkait

Nasional

Tuan Guru Sahabat Ganjar Berikan Bantuan Kepada Jamaah Majelis Taklim At-Taqwa

Nasional

Ketua DPD PDIP Sulteng Bantah Isu Intel Ikut Rapat Internal di Palu

Nasional

Spanduk Ganjar Calon Presiden Terpajang di Depan Kantor Bupati Deliserdang

Nasional

Ingin Fokus Sebagai Menag, Gus Yaqut Ogah Jadi Cawapres

Nasional

Ikuti PDIP, PPP Juga Usung Ganjar Pranowo Jadi Capres 2024

Nasional

Prabowo Berikan Sinyal Tolak Jadi Cawapres Ganjar