jaringberita.com -Partai Demokrat menyambut baik wacana safari politik Ketua Dewan Pimpinan Pusat PDIP, Puan Maharani ke sejumlah parpol, termasuk ke Partai Demokrat. Bagi partai pimpinan berlambang bintang Mercy itu, tak ada istilah luka lama antara SBY-Mega di masa lalu. Partai ini, terbuka menjalin komunikasi dengan siapapun.
“Pak SBY adalah pribadi yang sangat demokratis, santun, dan bukan pendendam,” ujar Deputi Badan Pemenangan Pemilu DPP Partai Demokrat Kamhar Lakumani,kemarin.
Kamhar menjelaskan, Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) adalah seorang negarawan dan tokoh bangsa. Tentunya, akan menyambut baik segala upaya untuk persatuan dan memajukan bangsa Indonesia.
Sekretaris Jenderal Perhimpunan Sarjana Pertanian Indonesia (Sekjen PISPI) ini mengamini, komunikasi yang harmonis antar elit maupun tokoh bangsa saat ini sangat diperlukan. Termasuk. SBY dengan Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri.
Kamhar berharap, jika kunjungan Puan ke Partai Demokrat, bisa menjadi sarana komunikasi yang harmonis antar kedua partai. Jika partai maupun elitnya menjalin baik komunikasi, niscaya akan menjaga suasana politik yang kondusif.
Dipastikan, Partai Demokrat tidak memiliki beban atau hambatan menjalin komunikasi politik dengan partai mana pun, termasuk PDIP. Meski begitu, pihaknya hingga kini belum menerima informasi rencana kunjungan Puan ke markas Partai Demokrat seperti dilansir dari RM.id.
Sebelumnya, Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) PDIP, Utut Adianto menyampaikan niatan safari politik partainya yang dipimpin oleh Puan Maharani. Kunjungan itu tidak hanya kepada partai pendukung Pemerintah.
Juga oposisi, seperti Partai Demokrat dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS). “Ke PAN akan, ke Demokrat dan PKS,” ujar Utut Adianto di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, belum lama ini.
Vokalis PDIP di Senayan ini menjelaskan, saat ini sudah ada yang ditugaskan untuk berkomunikasi dengan Demokrat dan PKS. Namun, belum ada tanggal yang disepakati kapan pertemuan digelar.
“Yang ditugaskan bukan saya tapi nanti akan ke semua titik,” katanya.
Ketua Fraksi PDIP DPR ini memastikan, urutan partai yang ditemui bukan soal prioritas atau preferensi, tetapi hanya ketersediaan waktu.
Seperti diketahui, hubungan Megawati dan SBY dikabarkan sempat memanas jelang Pilpres 2024. Saat itu SBY ikut bertarung sebagai capres dan menang.
Sebelumnya, SBY menjabat sebagai Menteri Koordiantor Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) di Kabinet Gotong Royong pimpinan Megawati. Setelah SBY menjadi Presiden, kedua tokoh bangsa ini jarang sekali melakukan pertemuan.