Tolong Diperhatikan Jerit Nelayan ! Sulit Dapat Solar Murah Untuk Cari Ikan


net
Para nelayan menjerit akibat naiknya harga solah

jaringberita.com -Tolong dong diperhatikan jeritan nelayan di Kota Medan Sumatera Utara (Sumut). Para nelayan kecil yang berada di Kecamatan Medan Belawan, menjerit karena bahan bakar minyak (BBM) subsidi jenis solar yang mereka butuhkan untuk melaut melonjak.

Pemerintah telah menaikkan harga BBM solar menjadi Rp6.800 per liter.Akan tetapi, BBM solar yang diperoleh nelayan untuk melaut, didapat dari pedagang pengecer dengan harga Rp9.500 per liter.

Bahkan saat harga solar masih Rp5.150 per liter, nelayan mendapatkan dengan harga dari pedagang pengecer Rp7.500 per liter. Nelayan membutuhkan solar rata-rata antara 10 - 30 liter setiap pergi melaut.

Masalah itupun telah diadukan para nelayan yang tergabung dalam Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia (KNTI) Kota Medan ke Kantor Ombudsman RI Perwakilan Sumatera Utara, kemarin (16/9).

Ahmad Aji, salah satu nelayan mengaku nelayan kecil tidak bisa menikmati BBM solar karena untuk bisa mendapatkannya sangat rumit dan sulit.

Sebab untuk bisa mendapat BBM bersubsidi, nelayan harus menunjukkan surat rekomendasi pengisian BBM bersubsidi dari Dinas Pertanian, Kelautan dan Perikanan (DPKP) Pemko Medan ke SPBN (Stasiun Pengisian Bahan Bakar Nelayan).

Kemudian, rekomendasi bisa didapat jika nelayan telah memiliki 'Pass Kecil' atau surat izin kapal tangkap dengan kapasitas 1 - 10 GT dari DPKP.

"Nelayan banyak tidak paham mengurusnya, juga jauh. Harus ke DPKP di Medan atau ke Balai Perikanan di Medan Labuhan. Masa berlaku surat rekomendasinya juga singkat, jadi nelayan harus bolak balik mengurusnya jika ingin mendapat BBM subsidi, kan repot. Padahal waktu kita di darat tidak banyak, dan sosialisasi tentang ini juga tidak ada dari pemerintah," kata Ahmad Aji bersama nelayan lainnya.

Saat ini, lanjutnya, kondisinya semakin parah, karena SPBN yang ada di Bagan Deli Belawan sudah tutup, tidak lagi melayani pembelian BBM subsidi dari nelayan.

"Tapi anehnya, solar bersubsidi itu tetap beredar di pasaran dan dibeli nelayan dengan harga Rp9.500 per liter dari pedagang pengecer. Kami menduga masalah BBM ini sarat permainan dan yang menderita kami nelayan," ucap Ahmad Aji lagi.



Tag:

Berita Terkait

Ekonomi

Sangat Beresiko Kebakaran, Bunker BBM Solar ke Kapal Tanker Tanpa Pengamanan PMK PT Pelindo

Ekonomi

BBM Solar Tak Tersedia, Feri Tanjungpinang-Lingga Tak Beroperasi