jaringberita.com -Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (KemenKopUKM) dan Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) berkolaborasi melatih Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) berjualan di internet.
Hal itu dilakukan melalui penyelenggaraan Indonesia Digital Meetup (IDM) 2022. Di ajang ini, Pemerintah mempertemukan para jagoan internet marketer dengan pelaku UMKM.
Menteri BUMN Erick Thohir mengapresiasi penyelenggaraan IDM 2022. Dituturkannya, target Pemerintah sangatlah besar yakni menginginkan seluruh UMKM masuk dalam jaringan ekosistem digital.
“Bahkan kalau perlu, Pemerintah menyediakan karpet merah bagi UMKM untuk menyediakan kebutuhan barang dan jasa. Termasuk buat BUMN-BUMN. Itulah yang melatarbelakangi adanya Pasar Digital (PaDi),” kata Erick dalam sambutannya secara virtual di acara IDM 2022, Gedung Smesco.
Saat pandemi, sambung mantan bos Inter Milan ini, semua pelaku usaha didorong untuk masuk ke sistem digital. Tak terkecuali pelaku UMKM. Mereka harus bisa memanfaatkan teknologi. Apalagi proyeksi ekonomi digital di Tanah Air mencapai Rp 4.531 triliun pada tahun 2030. Dan, penduduk Indonesia sebanyak 54 persen didominasi kaum milenial.
“Transformasi dalam BUMN pun terus kami fokuskan pada SDM (Sumber Daya Manusia) muda dan produktif, agar lebih lincah dan tangkas dalam memanfaatkan digitalisasi,” sebut Erick.
Untuk itu, Kementerian BUMN mengedepankan tiga inisiatif dan strategis dalam transformasi digital. Pertama, pembangunan infrastruktur digital di seluruh Indonesia. Kedua, pengembangan pertumbuhan masyarakat digital. Dan ketiga, akselerasi pertumbuhan digital.
“Salah satu langkah konkretnya, kami berupaya memenuhi kebutuhan BUMN dari platform PaDi, yang hingga Juni 2022, terdapat 12.960 pelaku UMKM dengan nilai transaksi mencapai Rp 18 triliun,” rinci Erick.
Kementerian BUMN menargetkan pembiayaan ke UMKM mencapai Rp 386 triliun tahun ini. Penyaluran pembiayaan untuk UMKM ini akan diusahakan oleh seluruh perusahaan pelat merah atau Himpunan Bank Milik Negara (Himbara).
“Para pelaku UMKM akan dipermudah untuk punya Nomor Induk Berusaha (NIB). Dan bisa mendapatkan akses permodalan berupa Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang diberikan Himbara,” kata Erick.
Senada, Menteri Koperasi dan UKM (MenKopUKM) Teten Masduki gencar menggaet berbagai pihak, untuk memperbanyak pelaku usaha masuk dalam ekosistem digital. Menurutnya, Kemenkop mengajak para jagoan internet marketer untuk membantu UMKM go digital. Sehingga diharapkan mereka bisa piawai memasarkan dan mempromosikan produk UMKM secara digital.
Mantan Kepala Staf Presiden (KSP) ini menilai, masih banyak UMKM di daerah-daerah yang belum terhubung ke ekosistem digital. Hal tersebut lantaran kurang familiarnya UMKM terhadap teknologi.
“Dengan dukungan dari para jagoan internet, kita bisa menggeser produk di online market, yang sekitar 50 persen masih dikuasai impor. Sekecil apapun produk UMKM di pelosok, pasti bisa dibantu pasarkan secara online,” tukasnya.
Ia mengatakan, Pemerintah mendukung penyerapan produk lokal. Belanja negara sekitar 40 persen kini diperuntukkan untuk dibelanjakan produk KUMKM. Hingga hari ini, nilainya mencapai Rp 400 triliun.
Bahkan, imbuh Teten, Presiden Jokowi mengamanatkan kepadanya, kalau perlu belanja Pemerintah Pusat dan Daerah hingga 100 persen untuk produk lokal.
“Ini adalah kebijakan afirmasi yang sangat fundamental bagi perkembangan industri lokal khususnya ekonomi UMKM,” kata Menkop.
Saat ini penjualan online berkembang semakin cepat. Bahkan bukan hanya e-commerce, ada juga game commerce, TV commerce, dan social commerce yang memerlukan strategi khusus di dalamnya. Dan biasanya, para pelaku UMKM tidak memiliki cukup SDM untuk menjangkau hal tersebut.
Jika para juara internet ini saling mendukung, Teten percaya ekonomi digital dalam negeri akan semakin terdongkrak lebih cepat.
“Kita juga butuh dibuatkan aplikasi untuk menangkap demand, bukan hanya jenis produk tapi juga harganya,” kata Menteri Teten.
Di samping itu, dia juga Melihat UMKM masih membutuhkan inovasi, seperti aplikasi yang menunjang dalam mempromosikan produknya.
Terpisah, Ketua Umum Asosiasi Industri UMKM Indonesia (Akumandiri) Hermawati Setyorini mengapresiasi upaya dilakukan Kemenkop dan Kementerian BUMN.
Karena, menurutnya, sudah selayaknya UMKM bisa menembus pasar global melalui digitalisasi. Ia berharap, target 30 juta UMKM go digital, tercapai. Di mana saat ini UMKM go digital telah menembus 19,5 juta UMKM.
Dia menyebut dukungan dari sejumlah perusahaan BUMN, Telkom, Mandiri, BRI, telah membuat UMKM binaan mereka naik kelas.
“Apalagi jika dibantu swasta dan startup teknologi yang bersatu, bukan tidak mungkin UMKM kita mampu menguasai ekonomi dunia,” ucap Hermawati seperti dilansir RM.id?