jaringberita.com -PT Indra Karya (Persero) melalui Unit Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), bekerja sama dengan Dinas Lingkungan Hidup Provinsi DKI Jakarta dan Dharma Wanita Persatuan Suku Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu menyerahkan bantuan kepada Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM).
Direktur Utama Indra Karya, Gok Ari Joso Simamora menyampaikan, bantuan yang diberikan berupa peralatan sarana prasarana produksi, yaitu mesin jahit kepada lima kelompok UMKM yang ada di Pulau Tidung, Kepulauan Seribu.
Menurutnya, penyaluran bantuan ini bertujuan untuk mendukung operasional UMKM agar bisa maksimal. Sekaligus, mendukung upaya pemerintah meningkatkan aktivitas perekonomian lewat pemberdayaan UMKM. Karenanya, bantuan ini satu rangkaian dengan program Pengembangan dan Peningkatan Ekonomi Kreatif Kelurahan Pulau Tidung.
“Tidak hanya sebatas bantuan saja, tetapi kita dampingi dari hulu hingga ke hilir. Di hulu, apa yang dibutuhkan seperti fasilitas di bidang sarana dan prasarana. Di hilir, kita dampingi dan kita bina di bidang SDM-nya berupa pelatihan terkait mengelola usaha dengan baik,” ujarnya seperti dilansir RM.id.
Ia berharap, dengan adanya bantuan fasilitas ini dapat meningkatkan produktivitas UMKM yang ada di Pulau Tidung. Di samping itu, kegiatan ini juga sebagai tindak lanjut dari pembinaan dan pelatihan bagi 30 pelaku UMKM dari lima kelompok.
Selanjutnya, kata dia, kelompok tersebut akan fokus pada pengelolaan dan pemanfaatan limbah plastik menjadi kerajinan berupa tas, tempat tisu, keranjang buah dan lain sebagainya.
"Produk-produk itu, ditingkatkan melalui bimbingan khusus dalam rangka meningkatkan keunggulan produk yang kompetitif,” ujarnya.
Rencananya, tahapan terakhir dari Rangkaian kegiatan pengembangan UMKM adalah diadakannya bazar, khususnya bagi UMKM yang menggeluti bidang kerajinan dengan bahan dasar limbah plastik.
Di kesempatan yang sama, Lurah Kelurahan Pulau Tidung, Hafsah mengapresiasi, Indra Karya sekaligus meminta jajaran Dharma Wanita di tingkat Kelurahan untuk dapat mengoptimalkan monitoring dan evaluasi bantuan yang diberikan.
Ia menilai, hal ini dapat mendorong kualitas dan kuantitas produk yang dihasilkan UMKM. Sebab, bantuan berupa vokasi pelatihan dan perangkat jahit untuk jahit bahan dari limbah plastik sangat membantu UMKM di Pulau Seribu.
"Bantuan ini akan kami jaga dan dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk menghasilkan produk-produk yang berdaya saing tinggi. Sehingga, bisa menunjang pertumbuhan ekonomi khususnya di Pulau Tidung Kabupaten Kepulauan Seribu DKI Jakarta," ujar Hafsah. ?