jaringberita.com - Medan: Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Sumut telah resmi memulai penegakkan hukum bagi pelanggar lalul lintas dengan menggunakan ETLE mobile.
Kabid Humas Polda Sumut Kombes Pol Hadi Wahyudi menyampaikan, tercatat dihari pertama pelaksanaannya, terdapat hingga sebanyak 276 kendaraan baik roda dua maupun roda empat yang terekam kamera dari tilang elektronik mobile tersebut.
"Hari ini kita sudah mulai melakukan penegakkan hukum," ungkapnya, Selasa (2/8/2022).
Hadi menjelaskan, dari 276 pelanggaran yang tertangkap kamera tersebut, 268 di antaranya adalah pengendara motor yang tidak menggunakan helm dan delapan lainnya karena melanggar rambu dan marka jalan seperti garis di lampu merah.
Menurutnya, sejak bulan Juli, Polda Sumut sudah melakukan sosialisasi kepada masyarakat terkait ETLE Mobile. Dengan mekanisme penindakannya adalah petugas mengambil gambar pelanggar, yang nantinya akan dikirim ke back office di tingkat Polres atau Polda untuk kemudian diproses dan diterbitkan surat tilang.
"Dengan adanya ETLE Mobile ini kami harap masyarakat dapat lebih tertib dan tidak melanggar rambu-rambu lalu lintas," harapnya.
Sebelumnya, Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Sumut AKBP Alimuddin Sinurat menyebutkan, tilang menggunakan handphone ini merupakan jenis baru. Di mana pelanggar atau kendaraan akan difoto menggunakan handphone jika kedapatan melanggar di jalan raya.
"Sementara untuk wilayah hukum itu baru Polrestabes Medan, yang wilayah lain belum bisa seperti di Binjai dan lain-lain," katanya.
Dia menjelaskan, pelanggaran yang akan difoto itu, seperti melanggar rambu laluliintas, parkir sembarangan dan melanggar lampu traffict light atau lampu lampu lalulintas. Setelah itu, personel akan mengirimkan datanya ke box office dan divalidasi.
Kemudian lanjutnya, surat akan dikirim ke pelanggar melalui kantor pos. Jika pelanggar mau membayar denda secara online maka tersedia barcode bank BRI. Namun apabila pelanggar mau membayar denda secara manual maka dapat datang ke kantor Ditlantas Polda Sumut di Jalan Putri Hijau Medan.
"Saat menindak, polisi tidak memberhentikan kendaraan, namun langsung menjepret. Sejauh ini terdapat lina perangkat yang digunakan oleh Subdit Gakkum Ditlantas Polda Sumut dan baru 10 personel yang bisa menilang mobile," pungkasnya.