jaringberita.com -
Medan: Pasca kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM), sejumlah bahan pangan di pasar tradisional kawasan Medan Utara mengalami kenaikan hingga 30 persen. Di antaranya beras, cabai merah, hijau, rawit, telur ayam eropa dan telur bebek, yang juga merupakan kebutuhan nelayan saat melaut.
Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kota Medan, Abdul Rahman didampingi Sekretarisnya Rustam Maha mengatakan, dampak dari naiknya BBM Solar bersubsidi tersebut sekitar 13 ribu orang nelayan dikawasan Medan Utara ini terpuruk.
Untuk itu, lanjut dia, pihaknya, sudah membuat surat ke Walikota Medan dan Gubenur Sumut untuk memberikan solusi terbaik bagi ribuan nelayan tersebut, terutama untuk memperoleh BBM Solar bersebsidi.
"Karena selama ini kami sebagai nelayan tardisionil tidak bisa membeli BBM Solar disetiap SPBU yang ada di Medan Utara untuk kebutuhan mencari ikan di laut. Jika tidak ada BBM Solar bersubsidi, bagaimana kami mau berangkat ke laut dan kapal-kapal kami untuk menghidupkan mesinnya mesti pakai Solar, bukan pakai air laut," jelasnya.
Selain itu dia berharap, Pemerintah Kota Medan dan Provinsi Sumut dapat membantu para nelayan.
"Tolonglah bantu kami nelayan tradisionil ini. Coba saja bayangkan, jika kami tidak melaut mencari ikan, maka keluarga kami akan mati kelaparan karena tidak adanya pencarian untuk menafkahi keluarga kami. Di samping itu masyarakat di Medan ini tidak bisa mengkonsumsi ikan ikan segar hasil pencarian nelayan tradisionil," tandasnya.